Asal Pilih Minum waktu Puasa, Justru Bikin Cepat Haus
SELAMA berpuasa, tubuh tetap membutuhkan asupan cairan yang cukup agar tidak mengalami dehidrasi. Anjuran umum menyebutkan kebutuhan air sekitar dua liter atau setara delapan gelas per hari tetap harus dipenuhi, hanya saja waktunya dibagi antara berbuka hingga sahur.
Namun, tidak semua minuman cocok dikonsumsi saat perut kosong. Beberapa justru dapat memicu rasa haus berlebih atau gangguan kesehatan. Berikut penjelasannya berdasarkan temuan penelitian dan pendapat ahli.
Minuman Bersoda
Minuman bersoda umumnya mengandung gula tinggi. Dalam satu kaleng soda, rata-rata terdapat sekitar 25 gram gula, hampir setengah dari batas konsumsi gula harian yang dianjurkan. Konsumsi makanan atau minuman dengan indeks glikemik tinggi seperti soda juga dikaitkan dengan risiko gangguan kesehatan.
Penelitian dari Harvard University menyebutkan bahwa pola konsumsi tinggi makanan berindeks glikemik tinggi berisiko meningkatkan gangguan kesuburan pada perempuan. Selain itu, karbonasi pada soda dapat memicu perut kembung dan meningkatkan produksi asam lambung jika diminum saat perut kosong.
Kopi
Kopi mengandung kafein yang dapat merangsang produksi asam lambung. Saat diminum ketika perut kosong, kondisi ini bisa menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman pada lambung. Kafein juga memiliki efek diuretik ringan yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil, sehingga berpotensi membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan.
Karena itu, kopi sebaiknya tidak dikonsumsi saat berbuka langsung atau ketika sahur tanpa asupan makanan yang cukup. Jika ingin tetap minum kopi, beri jeda setelah makan.
Air Lemon
Air lemon memang dikenal kaya vitamin C, tetapi kandungan asam sitratnya cukup tinggi. Saat dikonsumsi dalam kondisi perut kosong, minuman ini bisa memicu iritasi lambung, terutama pada orang yang memiliki riwayat maag atau gangguan asam lambung.
Air Es
Minum air dengan suhu sangat dingin saat perut kosong dapat menyebabkan kontraksi mendadak pada lambung. Kondisi ini bisa memicu rasa kembung atau tidak nyaman. Karena itu, air suhu ruang atau hangat lebih disarankan saat awal berbuka.
Minuman Instan Tinggi Gula
Minuman instan berperisa umumnya mengandung gula tambahan dalam jumlah besar. Dikutip dari CNBC, Dokter spesialis alergi dan imunologi asal Amerika Serikat, Heather Moday, mengingatkan bahwa konsumsi gula berlebihan dapat memicu resistensi insulin dan peradangan dalam tubuh. Menurutnya, kelebihan gula dapat mendorong terbentuknya sitokin inflamasi, merusak pembuluh darah, serta melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi.
Memilih minuman saat sahur dan berbuka bukan hanya soal rasa segar. Memperhatikan kandungan gula, kafein, dan tingkat keasaman penting agar puasa tetap lancar dan kesehatan tetap terjaga. (**)
-
-
-
-
-
-
-
Napoli Dikalahkan Atalanta, Suami Ditikam Istri25 Feb 2026 -