Baznas Samarinda Targetkan Rp 14 Miliar dari Zakat

Baznas Samarinda Targetkan Rp 14 Miliar dari Zakat

26 Feb 2026 | Pemerintahan

SAMARINDA. Menyalurkan zakat menjadi salah satu kewajiban umat muslim saat Ramadan. Lembaga-lembaga resmi, tiap tahun menjadi penyalur zakat yang diberikan kepada penerimanya.

Di Samarinda sendiri setiap tahun pembagian zakat rutin terlaksana melalui lembaga resmi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Samarinda.

Bahkan saat ini masyarakat juga bisa membayar zakat lebih mudah dengan layanan drive thru yang baru dibuka di lahan eks Bandara Temindung, sejak Rabu (25/2/2026). Kepala BAZNAS Samarinda, Ahmad Syahir Idris, menjelaskan bahwa inovasi ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi para pembayar zakat (muzaki) yang memiliki mobilitas tinggi.

Tak hanya soal kemudahan menyetor, Syahir juga menekankan ketatnya proses seleksi agar dana yang terkumpul benar-benar jatuh ke tangan yang tepat. Untuk memastikan penyaluran zakat tepat sasaran, BAZNAS Samarinda menerapkan metode pendayagunaan dengan sistem asesmen berlapis.

Data awalnya dihimpun dari tingkat RT, kelurahan, hingga kecamatan sebelum diserahkan ke BAZNAS.
"Kami lakukan survei langsung ke lokasi untuk melihat kondisi yang bersangkutan. Setelah itu, ada sesi wawancara untuk mengetahui psikologi penerima manfaat serta minat usaha mereka," ujar Syahir.

Saat ini, program pendayagunaan tersebut sudah menyentuh 8 kecamatan di Samarinda. Bantuan yang diberikan bukan sekadar uang tunai, melainkan dalam bentuk barang modal usaha yang kemudian dievaluasi dan didampingi selama tiga bulan ke depan.

Terkait program khusus Ramadan, Syahir menyebutkan tetap ada pembagian paket Ramadan, meski jumlahnya menyesuaikan dengan sirkulasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang masuk. Guna memperluas jangkauan, BAZNAS telah bekerja sama dengan hampir 325 masjid, musala, dan langgar melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) resmi.

"Bagi masyarakat yang ingin menunaikan kewajiban ZIS, silakan ke BAZNAS atau ke UPZ yang sudah kami rekomendasikan. Kami juga menyediakan layanan Call Zakat. Jika muzaki tidak bisa datang, cukup telepon, tim kami siap menjemput," tambahnya.

Menilik angka, potensi zakat di Kota Samarinda sebenarnya sangat memungkinkan untuk terus meningkat. Bahkan Syahrir menilai nilai potensi zakat di Samarinda bisa mencapai Rp 125 miliar.

Namun, Syahir mengakui bahwa angka tersebut masih butuh proses sosialisasi yang masif. Untuk tahun 2026 ini, BAZNAS menetapkan target yang lebih realistis.

"Target kita tahun ini di angka Rp 14 miliar. Kami terus berusaha meramu program yang memudahkan muzaki agar pencapaian tahun ini bisa melampaui tahun-tahun sebelumnya," pungkasnya. (**)