Forest City, Wacana Kota Mewah di Johor yang Berubah Jadi Kota Hantu
Ambisi membangun kota mewah khusus warga Tiongkok di atas empat pulau buatan Johor bernama Forest City, senilai AS$100 miliar, akhirnya kandas dan berubah menjadi salah satu “kota hantu” terbesar di dunia. Digagas raksasa properti Tiongkok Country Garden, kota ini dirancang untuk menampung satu juta penduduk, namun kini hanya berpenghuni sekitar 1% dari target awal. Gedung-gedung pencakar langitnya tampak sepi dan sangat gelap ketika malam hari.
Kemundurannya dipicu tiga peristiwa berturut-turut sejak 2018: kebijakan pembatasan visa di bawah pemerintahan Mahathir Mohamad, pengetatan aliran modal dari Tiongkok, serta pandemi COVID-19 yang menghentikan pembangunan,yang baru rampung 15% dari rencana awal. Bagi warga setempat, kota ini terasa asing, penggunaan bahasa Mandarin dan harga properti yang jauh di luar jangkauan warga Malaysia menciptakan jurang sosial.
Proyek reklamasi seluas 1.370 hektar ini pun merusak ekosistem laut dan merugikan para nelayan. Kini, meski dihuni sekitar 9.000–10.000 orang, sebagian besar dari mereka hanyalah penyewa sementara yang bekerja di Singapura. Pemerintah Malaysia berusaha menyelamatkan kota tersebut dengan menetapkannya sebagai Zona Keuangan Khusus bebas pajak dan bebas bea untuk menarik investor asing. Namun, julukan “kota hantu” tetap melekat kuat. (**)
-
Enam Kasus Penikaman Warnai Parade Juara Arsenal05 Jun 2026 -
-
-
-
-
-
-