Kritik Mantan Tim, Benzema Sebut Real Madrid Tak Bermain Sebagai Tim

Kritik Mantan Tim, Benzema Sebut Real Madrid Tak Bermain Sebagai Tim

26 Apr 2026 | Olahraga

MADRID. Musim yang mengecewakan Real Madrid akhirnya mendapat diagnosis dari sosok yang sangat paham isi dapur klub, Karim Benzema.
Melansir MARCA, dalam obrolan santai tapi tajam di sesi live Instagram, legenda Los Blancos itu menyebut satu masalah utama yakni kurangnya kekompakan tim. Dan kritik dari Benzema ini datang tanpa basa-basi.
Benzema menilai skuad Madrid saat ini terlalu bergantung pada individu, bukan kolektivitas. Menurut dia, hal itu justru jadi penghambat di level tertinggi.
”Di Real Madrid lebih rumit karena mereka tidak terlalu sering bermain sebagai sebuah tim; saat ini grup tersebut menderita karena kurangnya kekompakan,” terang Benzema.
Komentar ini cukup menohok, apalagi datang di musim di mana Madrid berpotensi finis tanpa trofi besar.
Sebagai pembanding, Benzema menyoroti Paris Saint-Germain yang dinilainya jauh lebih solid sebagai tim. Bahkan menurut dia, kekuatan PSG bukan sekadar soal nama besar, tapi sistem yang jalan.
”Di PSG, Anda menurunkan pemain inti dan mereka bermain, tetapi ketika pelatih melakukan pergantian pemain pada menit ke-60 atau ke-70, pemain yang masuk justru memberikan kontribusi lebih besar daripada pemain yang memulai pertandingan,” terang Benzema.
Benzema bahkan menyebut bahwa sosok paling penting di PSG saat ini bukan pemain, melainkan pelatihnya.
”Pemain paling terkenal di PSG adalah Luis Enrique, tetapi mereka adalah tim yang sesungguhnya. PSG bukanlah tim yang dipenuhi bintang, kecuali Ousmane Dembele, pemenang Ballon d'Or,” ungkap Benzema.
Pernyataan ini mempertegas satu hal, yakni di mata Benzema, struktur tim jauh lebih penting daripada sekadar kumpulan pemain hebat. Kritik soal kurangnya kontribusi tanpa bola dari pemain bintang seperti Kylian Mbappe dan Vinicius Jr. sebenarnya bukan hal baru. Tapi ketika diangkat oleh Benzema, bobotnya jelas berbeda.
”Siapa pun yang Anda tempatkan di lini depan, mereka semua bekerja sama dan pemain pengganti pun tampil sama baiknya. Itulah mengapa mereka sangat bagus,” ucap Benzema.
Komentar Benzema ini bisa dibilang jadi wake-up call buat Madrid. Punya banyak bintang memang menguntungkan, tapi tanpa chemistry dan kerja tim, hasilnya bisa jauh dari maksimal.
Sepak bola modern bukan lagi soal siapa paling bersinar tapi siapa yang paling kompak. Dan kalau Madrid ingin kembali ke puncak, mungkin ini saatnya mereka bermain sebagai tim, bukan sekadar kumpulan superstar. (**)