Layanan Internet di Kecamatan Kelay Terganjal Listrik, Peningkatan Bandwidth Terhambat
SEBAGAI daerah yang kaya akan destinasi wisata, membuat Pemkab Berau terus berusaha meningkatkan pelayanan pada wisatawan, terlebih pada masyarakat setempat.
Layanan internet yang sudah menjadi kebutuhan utama di era sekarang menjadi prioritas. Namun di Kecamatan Kelay, masalah ini menemui jalan terjal. Sebab krisis listrik yang belum teratasi menjadi penghalang pemerataan digital. Padahal rencana penambahan kapasitas bandwidth terus dilakukan di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi, mengungkapkan mayoritas masyarakat di wilayah Kelay hingga kini masih bergantung pada panel surya. Kondisi ini dinilai tidak cukup kuat untuk menopang infrastruktur telekomunikasi yang mumpuni.
"Kendala utama kita adalah listrik. Karena daya tidak stabil, tower penguat sinyal belum bisa dibangun. Rata-rata warga masih pakai solar cell, dan itu menghambat upaya percepatan peningkatan bandwidth kami," ujar Didi.
Didi mengakui infrastruktur internet sebenarnya telah menjangkau pelosok Kelay dan Kecamatan Segah. Namun, tanpa dukungan daya listrik yang stabil, target untuk mendongkrak kecepatan hingga 200 Mbps sulit terealisasi.
Menurutnya, potensi teknis sudah tersedia, namun operasional perangkat di lapangan tetap bergantung pada ketersediaan daya.
“Jika listrik stabil, saya optimistis target 200 Mbps tidak akan ada kendala lagi. Namun, realitanya listrik masih jadi masalah krusial,” tambahnya.
Pemkab Berau sejatinya telah menambah titik WiFi dari 1.000 menjadi 1.500 unit. Sayangnya, minimnya menara penguat membuat pancaran sinyal tidak maksimal dan sering mengalami gangguan.
Didi menjelaskan bahwa saat ini terjadi pergeseran regulasi. Jika sebelumnya pemerintah memiliki peran lebih luas, kini pembangunan menara telekomunikasi dan Base Transceiver Station (BTS) sepenuhnya merupakan wewenang pihak provider.
"Kami sudah mengusulkan pembangunan tower penguat ke kementerian. Namun karena ada perubahan kebijakan, sekarang pembangunannya ada di tangan provider. Oleh karena itu, kami akan berkolaborasi dengan kementerian untuk memberikan rekomendasi agar para provider segera menambah BTS dan tower di Berau," jelasnya.
Meski menghadapi tantangan berat di Kelay, Didi mengklaim bahwa Kabupaten Berau secara umum telah terbebas dari masalah blankspot.
Berdasarkan laporan kementerian, seluruh kampung di Berau kini sudah terjangkau jaringan internet.
Data cakupan layanan (coverage) internet di Kabupaten Berau saat ini dilaporkan telah mencapai 80 persen.
"Secara jangkauan sudah menyeluruh, sekarang fokus kita tinggal meningkatkan kekuatan jaringannya agar lebih stabil dan cepat," pungkasnya. (**)
-
Enam Kasus Penikaman Warnai Parade Juara Arsenal05 Jun 2026 -
-
-
-
-
-
-