Posisi Tidur Tepat, Bantu Kurangi Risiko Lonjakan Tekanan Darah

Posisi Tidur Tepat, Bantu Kurangi Risiko Lonjakan Tekanan Darah

23 Feb 2026 | Evergreen

GAYA hidup sehat merupakan pilar utama dalam mengendalikan tekanan darah tinggi. Selain menjaga pola makan bergizi dengan menghindari kolesterol serta rutin berolahraga, aspek yang sering terlupakan adalah hubungan erat antara kualitas tidur dengan kestabilan tensi. Kurangnya waktu istirahat terbukti dapat meningkatkan hormon stres yang memicu peradangan dan penyempitan pembuluh darah, yang pada akhirnya memaksa sirkulasi darah bekerja lebih cepat dan meningkatkan tekanan pada dinding arteri.

Mengutip laman Natural Farm Blog, pemilihan posisi tidur yang tepat dapat membantu mengurangi risiko lonjakan tekanan darah. Salah satu yang disarankan adalah tidur miring ke kiri. Menurut W. Christopher Winter, ahli spesialis tidur dari Martha Jefferson Hospital Sleep Medicine Center AS, posisi ini mempermudah pengembalian darah ke jantung sehingga meringankan kinerja pemompaan darah.

Meskipun sangat baik bagi penderita hipertensi dan ibu hamil, posisi miring ke kiri sebaiknya dilakukan secara bergantian dengan posisi lain agar tidak memicu kesemutan atau gangguan aliran darah pada area tertentu akibat tekanan beban tubuh yang terlalu lama.

Selain itu, posisi tidur tengkurap juga menjadi sorotan setelah adanya penelitian dari Ehime University School of Medicine Jepang. Peneliti Yasuharu Tabara mengungkapkan bahwa berdasarkan uji klinis menggunakan manset pengukur otomatis, posisi tengkurap mampu menghasilkan angka tekanan darah yang lebih rendah dibandingkan posisi terlentang.

Namun posisi ini perlu dilakukan dengan hati-hati karena berisiko menyebabkan nyeri punggung bawah serta ketegangan pada otot leher akibat kepala yang harus menoleh 90 derajat dalam waktu lama.

Di sisi lain, penting bagi penderita hipertensi untuk memperhatikan penggunaan bantal. Tidur tanpa bantal atau dengan kepala terlalu rendah dapat menyebabkan aliran darah ke otak menjadi tidak seimbang, yang sering kali memicu pusing dan sakit kepala saat bangun pagi.

Sebaliknya, menggunakan tumpukan bantal yang terlalu tinggi pun tidak disarankan karena dapat membuat leher kaku, menghambat kelancaran aliran darah dari jantung ke otak, hingga memicu gangguan pernapasan. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan posisi kepala dan tubuh, dibarengi dengan manajemen stres serta penghentian kebiasaan merokok, menjadi langkah komprehensif dalam meminimalkan risiko komplikasi hipertensi. (**)