Selama Ramadan,. MBG di Samarinda Tak Berikan Makanan Siap Santap

Selama Ramadan,. MBG di Samarinda Tak Berikan Makanan Siap Santap

20 Feb 2026 | Pemerintahan

SAMARINDA. Penyesuaian dilakukan Badan Gizi Nasional di tiap wilayah, terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan. Salah satu perubahan pasti adalah, menu yang diberikan serta wadahnya.
Jika di hari biasa makanan diberikan dalam kondisi siap santap dan langsung dikonsumsi di sekolah, selama bulan puasa skema distribusi diubah untuk menyesuaikan waktu berbuka.

Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan asupan gizi siswa penerima manfaat tetap terpenuhi tanpa mengganggu ibadah puasa. Badan Gizi Nasional (BGN) melalui koordinator wilayah di daerah menyiapkan pola pembagian yang lebih fleksibel, namun tetap mengacu pada standar pemenuhan gizi yang telah ditetapkan.

Koordinator Wilayah BGN Samarinda, Hariyono menjelaskan, selama Ramadan paket MBG diberikan dalam bentuk kering agar bisa dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka.

“Biasa kami berikan siap santap menggunakan ompreng, sekarang tidak” ujarnya.

Paket tersebut tetap disalurkan setiap hari sekolah, Senin-Jumat. Sementara jatah hari Sabtu dirapel pada Jumat, sesuai pola operasional yang berjalan sebelumnya. Sehingga siswa tetap menerima haknya secara penuh meski ada penyesuaian teknis.

Dalam satu hari, siswa menerima satu paket untuk satu kali makan. Isi paket disesuaikan dengan kebutuhan gizi seimbang, terdiri dari susu kemasan, buah berkulit, kacang-kacangan sebagai sumber protein nabati, roti sebagai sumber karbohidrat, serta protein hewani seperti telur rebus atau abon daging, ayam, maupun ikan.

Distribusi dilakukan di sekolah pada jam belajar. Paket dibagikan sebelum siswa pulang sehingga bisa langsung dibawa ke rumah untuk dikonsumsi saat waktu berbuka tiba.

“Sebelum mereka pulang, kami sudah serahkan untuk dibuka saat berbuka puasa,” jelasnya.

Meski bentuk penyajian berubah, Hariyono menegaskan pihaknya tetap mengutamakan pemenuhan gizi anak. Komposisi makanan telah diperhitungkan sesuai takaran kebutuhan nutrisi harian siswa. Ia juga berharap paket yang dibagikan tidak terbuang dan benar-benar dimanfaatkan oleh para penerima.

“Mudah-mudahan anak-anak senang menerima dan dikonsumsi dengan baik. Itu sudah disesuaikan dengan kebutuhan gizinya, jadi jangan sampai mubazir,” pungkasnya. (**)