Andres Escobar dan Larangan Keluar Rumah yang Merenggut Nyawa

Andres Escobar dan Larangan Keluar Rumah yang Merenggut Nyawa

06 Jun 2026 | Peristiwa

Di tiap perhelatan Piala Dunia selalu menyisakan banyak cerita. Suka dan duka selalu jadi kenangan tiap pelaku di dalamnya, maupun penonton layar kaca di seluruh dunia. Namun kematian Andres Escobar menjadi duka paling kelam selama Piala Dunia digelar.
Ya, satu kesalahan di lapangan hijau, dibayar dengan nyawa di dunia nyata. Pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat, Kolombia datang sebagai tim unggulan.
Namun petaka terjadi saat melawan tuan rumah. Escobar yang bermain sebagai bek tengah berniat memotong umpan silang, tapi bola justru bersarang di gawangnya sendiri.
Kolombia kalah dua-satu dan langsung tersingkir di babak grup.
​Kemarahan publik membakar Kolombia, terutama para bandar judi yang kalah besar.
Tiba di tanah airnya, keluarga sudah melarang Escobar keluar rumah demi keselamatannya. Namun dengan tegar dia berkata: "Aku harus menunjukkan wajahku pada orang-orang."
​Sayang, itu jadi keputusan terakhirnya. Di pelataran sebuah klub malam di kota Medellin, Escobar dikepung. Enam tembakan timah panas bersarang di tubuhnya.
Ironisnya, sang pembunuh berteriak "GOOOLL!" di setiap tarikan pelatuknya. Humberto Castro Munoz, seorang sopir gembong narkoba ditangkap.
Dunia berduka, membuktikan bahwa terkadang, sepak bola di sana bukan lagi sekadar permainan, melainkan perkara hidup dan mati. (**)