FIFA Pastikan Hadir di Piala Dunia 2026, Tolak Iran Main di Meksiko

FIFA Pastikan Hadir di Piala Dunia 2026, Tolak Iran Main di Meksiko

17 Apr 2026 | Olahraga

NYON. Presiden FIFA Gianni Infantino memastikan tim nasional Iran akan tetap berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026, meski konflik bersenjata antara Iran dan Amerika Serikat masih berlangsung.
Pernyataan itu disampaikan Infantino pada Rabu (15/4/2026) waktu setempat, menyusul kekhawatiran yang muncul sejak pecahnya konflik pada 28 Februari. Situasi itu sempat menimbulkan keraguan terkait kesiapan dan kesediaan Iran untuk memenuhi keikutsertaan mereka, di turnamen yang telah diamankan sejak Maret 2025 sebagai salah satu tim unggulan Asia.
Piala Dunia 2026 sendiri akan diselenggarakan bersamaan di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Namun, Iran dijadwalkan memainkan seluruh pertandingan fase grup di wilayah Amerika Serikat.
Pada awal Maret, sejumlah pejabat pemerintah Iran sempat menyatakan bahwa tim nasional mereka kemungkinan tidak dapat tampil di turnamen, tidak dapat melakukan perjalanan ke Amerika Serikat, serta mengusulkan agar pertandingan Iran dipindahkan ke Meksiko. Namun, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengonfirmasi bahwa permintaan itu telah ditolak FIFA. Badan sepak bola dunia itu menegaskan bahwa turnamen akan tetap berjalan sesuai jadwal.
“Iran pasti akan datang,” ujar Infantino dalam forum Invest in America yang digelar CNBC di Washington, DC. Infantino juga berharap situasi geopolitik dapat membaik sebelum turnamen berlangsung.
“Kami berharap situasinya menjadi damai. Itu akan sangat membantu. Tapi Iran harus datang. Mereka mewakili rakyatnya, mereka telah lolos, dan para pemain ingin bermain,” kata Infantino.
Optimisme terhadap kehadiran Iran meningkat, setelah Infantino mengunjungi tim itu dalam pemusatan latihan di Antalya, Turki, pada akhir Maret. Infantino menegaskan bahwa para pemain memiliki keinginan kuat untuk tetap berkompetisi di ajang sepak bola terbesar dunia.
“Saya bertemu mereka dua minggu lalu saat menjalani pemusatan latihan di Antalya. Mereka benar-benar ingin bermain, dan mereka seharusnya bermain. Olahraga seharusnya berada di luar politik,” tambah Infantino dikutip dari ESPN.
Delegasi Iran dijadwalkan tiba di kamp pelatihan di Tucson, Arizona, paling lambat pada 10 Juni menjelang dimulainya turnamen pada 11 Juni hingga 19 Juli. Iran akan memulai permainan dengan menghadapi Selandia Baru pada 16 Juni di SoFi Stadium, Inglewood, California. Selanjutnya, Iran akan bertemu Belgia di stadion yang sama pada 22 Juni, sebelum menghadapi Mesir di Seattle pada 27 Juni.
Jika berhasil melaju ke fase gugur, Iran juga kemungkinan besar akan tetap memainkan pertandingan di wilayah Amerika Serikat.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sendiri memberikan pernyataan yang beragam terkait kehadiran Iran. Trump sempat mengatakan bahwa dirinya tidak terlalu peduli apakah Iran akan datang. Namun, Trump juga menyebut Timnas Iran tetap diterima dan para pemain akan diperlakukan seperti bintang. Meskipun demikian, Trump juga menyinggung adanya potensi risiko terhadap keselamatan para pemain. (**)