Lapas Samarinda Kian Memprihatinkan, Kapasitas Melewati Batas

Lapas Samarinda Kian Memprihatinkan, Kapasitas Melewati Batas

09 Apr 2026 | Pemerintahan

SAMARINDA. Masalah overkapasita lembaga pemasyarakatan nyaris terjadi di Indonesia. Kelebihan warga binaan, membuat penghuninya seolah tak dimanusiakan.
Hal itu juga terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Samarinda di kawasan Jalan Jenderal Sudirman.

Saat ini jumlah penghuni telah mencapai sekitar 751 orang, jauh di atas kapasitas ideal yang hanya diperuntukkan bagi 217 orang.

“Kalau dihitung, overkapasitasnya sudah sekitar 314 persen. Ini sangat tinggi dan menjadi tantangan besar bagi kami dalam pengelolaan,” ujar Kepala Lapas Kelas IIA Samarinda, Yohanis Varianto, Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut diperparah dengan keterbatasan lahan dan bangunan. Lapas yang berada di kawasan Jalan Jenderal Sudirman itu hanya memiliki luas bangunan sekitar 1.500 meter persegi, dengan total lahan kurang lebih 7.000 meter persegi.

“Dengan luas seperti itu dan berada di tengah kota, jelas sudah tidak memenuhi syarat lagi untuk sebuah lembaga pemasyarakatan yang ideal,” jelasnya.

Meski demikian, Varianto menegaskan pihaknya tetap berupaya menjaga kondisi tetap kondusif serta memastikan program pembinaan bagi warga binaan berjalan optimal.

“Kami melihat warga binaan tetap menjalani aktivitas dengan baik. Pembinaan kepribadian seperti kegiatan keagamaan tetap berjalan, kami bekerja sama dengan Kementerian Agama dan berbagai yayasan,” katanya.

Selain itu, program pembinaan kemandirian juga terus dikembangkan meski dengan keterbatasan ruang. Berbagai kegiatan produktif tetap dilakukan dengan memanfaatkan lahan sempit yang tersedia.

“Ada kegiatan mebel, barbershop, ketahanan pangan, hingga hidroponik. Kami juga punya peternakan lele dan ayam petelur. Lahan kecil tetap kami optimalkan agar mereka bisa berkreasi,” paparnya.

Di sisi lain, upaya relokasi lapas terus didorong untuk mengatasi persoalan klasik tersebut. Rencana pemindahan ke lokasi baru disebut telah melalui tahap koordinasi dengan Pemerintah Kota Samarinda.

“Sudah ada rencana relokasi. Lahan sekitar 9 hektare di kawasan Bayur sudah disiapkan. Kami berharap ini bisa segera terealisasi agar pembinaan bisa lebih maksimal,” ungkapnya.

Ia juga menyambut baik kunjungan anggota DPD RI yang meninjau langsung kondisi lapas. Ia berharap kunjungan tersebut dapat mendorong percepatan realisasi pembangunan lapas baru.

“Kami sangat bersyukur ada perhatian langsung dari pusat. Semoga ini bisa menjadi dorongan untuk perbaikan ke depan,” pungkasnya. (**)