Tak Hanya Tergenang, Pembangunan Hotel Juga Bikin Rumah Warga Retak

Tak Hanya Tergenang, Pembangunan Hotel Juga Bikin Rumah Warga Retak

08 Apr 2026 | Pemerintahan

SAMARINDA. Pembangunan Hotel JW Marriott di Jalan KH Samanhudi, RT 02, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, ternyata berimbas ganda. Sebab tak hanya air yang menggenang saat hujan datang. Beberapa rumah warga juga mengalami kerusakan di beberapa bagian akibat getaran dari pembangunan proyek tersebut.

Respons cepat datang dari pemerintah. Lurah Sungai Pinang Dalam, Novi Kurnia Putra menyebut pihaknya telah mendatangi lokasi proyek bersama warga dan ketua RT setempat, Selasa (7/4/2026) sore. Saat bertemu, pengembang telah mengakui adanya dampak selama proses pengerjaan proyek berlangsung.

Menurut Novi, getaran saat pemadatan tanah menjadi salah satu keluhan utama warga, terutama saat aktivitas logistik dilakukan di lokasi proyek.

“Memang diakui ada getaran saat proses pemadatan tanah untuk aktivitas logistik. Untuk rumah warga yang mengalami kerusakan nanti akan didata, namun perbaikannya menunggu hingga proyek selesai,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Ia menjelaskan, pendataan rumah terdampak akan menjadi dasar tindak lanjut. Namun, proses perbaikan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat karena masih menunggu tahapan pembangunan rampung.

Selain itu, persoalan limpasan air hujan yang masuk ke permukiman juga menjadi perhatian. Novi memastikan pihak pengembang telah menyatakan komitmen untuk melakukan pembenahan teknis di lapangan.

“Mereka akan mengecek kembali kemiringan lahan dan berencana membuat parit sementara agar air hujan tidak mengalir ke belakang atau ke rumah warga,” jelasnya.

Di sisi lain, warga berharap komitmen tersebut tidak hanya sebatas rencana, tetapi segera direalisasikan. Mereka menginginkan penanganan cepat, terutama untuk mencegah genangan air yang kerap masuk ke rumah saat hujan deras.

Warga juga berharap adanya solusi jangka panjang, termasuk perbaikan drainase yang memadai serta kepastian ganti rugi bagi rumah yang terdampak kerusakan.

Pemerintah kelurahan memastikan akan terus memantau perkembangan di lapangan serta mendorong pihak pengembang untuk segera menindaklanjuti keluhan warga.

“Kami berharap ada solusi konkret secepatnya agar dampak ke masyarakat bisa diminimalkan,” kata Novi. (**)