Truk Parkir Sembarangan di Wilayah Jembatan Mahulu, Padahal Sudah Sering Ditertibkan

Truk Parkir Sembarangan di Wilayah Jembatan Mahulu, Padahal Sudah Sering Ditertibkan

25 May 2026 | Pemerintahan

Truk Parkir Sembarangan di Wilayah Jembatan Mahulu, Padahal Sudah Sering Ditertibkan

SAMARINDA. Sudah sering dirazia, tetapi pelanggaran masih sering terjadi. Itulah gambaran nyata aktivitas parkir liar truk kontainer di sekitar jalan pendekat Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), di Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, masih marak. Meski sudah berulang kali menjadi sasaran penertiban oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) bersama jajaran Satlantas Polresta Samarinda, para sopir kendaraan berbadan besar tersebut seakan tidak kapok dan terus mengabaikan aturan.
Berbagai sanksi tegas, mulai dari tindakan penggembosan ban hingga penilangan di tempat, terbukti belum memberikan efek jera yang signifikan.
Di lapangan, pemandangan truk-truk berukuran jumbo yang parkir berderet di kawasan yang menjadi salah satu pintu masuk utama Kota Tepian ini masih dengan mudah ditemukan.
"Sepertinya penindakan petugas, baik dari Dishub maupun Polantas tak digubris. Masih banyak truk parkir di area Jembatan Mahulu ini," keluh Fahmi, salah seorang warga Jalan Flamboyan, Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang.
Keberadaan armada logistik yang memakan badan jalan ini tak pelak memicu kekhawatiran bagi warga sekitar serta para pengguna jalan yang melintas. Minimnya ruang pandang akibat terhalang bodi truk memunculkan kekhawatiran besar akan potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas, terutama saat arus kendaraan sedang padat.
Kondisi membandelnya para sopir truk di kawasan Loa Buah ini juga dibenarkan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Loa Buah, Aiptu Roni Eko. Menurutnya, aparat gabungan sebenarnya telah berulang kali menyisir dan membersihkan jalur tersebut dari aktivitas parkir liar.
"Sudah beberapa kali ditertibkan, belakangan kembali ada yang parkir lagi di sekitar Jembatan Mahulu ini," ujar Roni.
Lebih lanjut, Roni menambahkan bahwa keluhan masyarakat terkait menjamurnya parkir liar kendaraan berat ini memang kerap disampaikan ke pihak berwajib. Selain merusak estetika tata kota, kehadiran truk-truk tersebut pada titik krusial dianggap menjadi ancaman nyata bagi keselamatan berkendara.
"Apalagi ini kan jalur keluar masuk kota, jadi kesannya tak rapi dan membahayakan. Terutama malam hari," pungkas Roni. (**)