Bandara APT Pranoto Sebut Siap Hadapi Lonjakan Nataru

Bandara APT Pranoto Sebut Siap Hadapi Lonjakan Nataru

21 Dec 2025 | Pemerintahan

SAMARINDA. Jelang pergantian tahun, mobilisasi massa dipastikan melonjak. Hal itu pun akan terjadi di Bandara APT Pranoto Samarinda. Ya., jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), bandara di kawasan utara Samarinda tersebut dipastikan banyak disambangi penumpang.

Namun pihak bandara menyatakan kesiapan menghadapi peningkatan mobilitas penumpang.
Dimana seluruh aspek operasional dipastikan telah memenuhi standar keselamatan dan pelayanan setelah melalui proses verifikasi Kementerian Perhubungan.
Hal tersebut disampaikan, Kepala Badan Layanan Umum Unit Penyelenggara Bandar Udara (BLU UPBU) Kelas I APT Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan, yang mengatakan kesiapan tersebut mencakup layanan terminal, personel bandara, hingga prosedur keamanan penerbangan. Menurutnya, pemeriksaan menyeluruh telah dilakukan untuk memastikan operasional berjalan optimal selama periode Nataru.
“Seluruh unsur pendukung kami siapkan agar pelayanan kepada penumpang tetap prima, meski terjadi lonjakan pergerakan masyarakat di akhir tahun,” ujarnya.
Ada pula dalam momentum Nataru tahun ini turut didukung kebijakan pemerintah berupa penurunan harga tiket pesawat. Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 50 Tahun 2022, tarif penerbangan mengalami potongan sekitar 13 hingga 14 persen yang berlaku mulai 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Dari sisi operasional, Bandara APT Pranoto juga memperpanjang jam layanan hingga pukul 20.00 WITA. Penyesuaian ini dilakukan untuk mengakomodasi padatnya jadwal penerbangan. Manajemen bandara turut menambah area penjemputan penumpang serta bekerja sama dengan delapan penyedia transportasi darat, baik taksi maupun travel.
Lonjakan trafik tercatat pada sejumlah rute utama, khususnya tujuan Jakarta dan Surabaya. Sementara rute regional seperti Banjarmasin, Yogyakarta, dan Berau juga menunjukkan peningkatan signifikan. Tingkat keterisian kursi pada beberapa hari tertentu bahkan mendekati kapasitas penuh.
“Kami memperkirakan puncak arus berangkat terjadi pada 23 hingga 24 Desember, sedangkan arus balik diprediksi berlangsung pada 3 sampai 4 Januari 2026,” benernya.
Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang kerap terjadi di penghujung tahun, pihak bandara menyiapkan langkah mitigasi untuk mengantisipasi keterlambatan penerbangan. Posko Terpadu juga disiagakan sebagai pusat koordinasi penanganan kondisi darurat.
Pengamanan bandara diperkuat melalui kerja sama dengan Polresta Samarinda, Polsek Sungai Siring, serta unsur TNI dalam pelaksanaan Operasi Nataru.
“Kami optimistis pelayanan selama Nataru dapat berjalan aman dan lancar. Masukan dari masyarakat tentu sangat kami harapkan demi peningkatan kenyamanan bersama,” pungkasnya. (**)