Imbas TKD, Ada Wacana Porprov Paser Ditunda

Imbas TKD, Ada Wacana Porprov Paser Ditunda

27 Nov 2025 | Olahraga

Imbas TKD, Ada Wacana Porprov Paser Ditunda

SAMARINDA. Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII/2026 di Paser terancam. Bukan tak dilaksanakan, tetapi waktunya diundur. Dari awalnya pada September digeser ke waktu yang belum ditentukan.
Mengapa wacana ini mencuat? Kebijakan pemerintah pusat terkait pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) pada Tahun Anggaran 2026 menjadi biangnya.
Pemotongan anggaran dipastikan berimbas pada semua aspek di daerah, tak terkecuali olahraga. Padahal Kaltim digadang-gadang gubernur untuk berada di peringkat 3 pada PON 2028.
Sesuai tahapan, persiapan menuju ke arah itu sudah mulai dilaksanakan. Salah satunya agenda pelaksanaan porprov di Kabupaten Paser 2026 nanti. Yang mana, ajang akbar olahraga daerah ini sejatinya adalah media seleksi atlet menuju Babak Kualifikasi (BK) PON dan PON XXII/2028 di dua provinsi di Nusa Tenggara.

Terkait pemotongan TKD oleh pemerintah pusat ini, kemudian memunculkan keraguan kabupaten/kota terkait anggaran untuk mengikuti porprov tahun depan. Bahkan, ada muncul wacana agar Porprov 2026 nanti bisa ditunda dulu pelaksanaanya, seperti diungkapkan Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman Rading, saat membukan rakerda Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kaltim, Selasa (25/11/2025) lalu.

Dikatakan Rasman, belum lama ini pihaknya menggelar rapat koordinasi bersama Dispora kabupaten/kota se-Kaltim, yang dilaksanakan di sela-sela Popda 2025 di PPU. Salah satu bahasannya adalah mengenai anggaran pemerintah daerah dengan adanya rencana pemotongan TKD oleh pusat.

"Karena dengan adanya pemotongan TKD ini pasti akan terjadi turbulensi anggaran. Ini akan sangat memengaruhi apa yang menjadi program dan kegiatan di daerah, termasuk keolahragaan," ucap Rasman.

Bahkan, dari informasi yang ia dapatkan, untuk Dispora Kaltim, anggaran untuk tahun depan kemungkinan akan terpangkas habis sekitar Rp7,5 miliar.

"Dengan melihat kondisi ini, salah satu Dispora kabupaten/kota ada yang mengusulkan agar Oorprov 2026 itu ditunda dulu," ujar Rasman mengungkapkan.

Ditambahkannya, usulan penundaan ini sudah ia sampaikan kepada Plt Kadispora Kaltim, yang nantinya akan disikapi, bagaimana kelanjutannya.

"Ini benar-benar dilema. Tapi, sesuai arahan dari Kadis, nanti kami akan menggelar rapat bersama antara KONI provinsi dan kabupaten/kota, serta Dispora kabupaten/kota untuk membahas soal ini lebih lanjut," kata Rasman menambahkan.

Dikonfirmasi terkait adanya usulan penundaan porprov ini, Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras, mengatakan semua bergantung kepada keputusan gubernur selaku kepala daerah. Sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pembinaan prestasi olahraga, ia menegaskan tetap akan menjalankan tahapan pelaksanaan porprov yang saat ini sudah diawali dengan Babak Kualifikasi (BK).

"Kalau belum ada keputusan kepala daerah, ya nanti dulu. Karena porprov ini tahapannya ke BK PON 2027 dan PON 2028. Jadi, kami tetap on the track," tegas Rusdi.

Jenjang keolahragaan tadi disebutnya sudah merupakan tahapan nasional, yang dilaksanakan semua provinsi di Indonesia. Jika pun wacana penundaan itu dilatari alasan anggaran, namun sejauh ini, tuan rumah Paser telah menyatakan siap memutar porprov sesuai jadwal yang disepakati.

"Tuan rumah Paser sudah mengatakan siap. KONI dalam hal ini berkepentingan dalam pembinaan prestasu, jenjangnya adala porprov, kualifikasi PON dan PON, tahapannya jelas dan tepat. Kami tidak ingin terbalik seperti popda dan popnas, di mana event nasionalnya sudah selesai baru daerah melaksanakan," bebernya panjang lebar.

"Sepanjang belum ada pernyataan dari kepala daerah, kami tetap pada prinsip tahapan yang sudah berjalan," ujarnya memungkasi. (**)