Lahir Tahun 1900: Generasi yang Ditempa Sejarah Paling Kelam
Bayangkan jika Anda lahir pada tahun 1900. Dunia yang Anda masuki belum mengenal televisi, internet, atau antibiotik. Namun yang lebih mencengangkan adalah badai sejarah yang akan Anda lalui sepanjang hidup.
Saat Anda beranjak remaja, dunia meledak dalam Perang Dunia I. Anda masih berusia 14 tahun ketika peluru pertama ditembakkan dan pada usia 18 tahun, Anda telah menyaksikan dunia meratap karena 22 juta jiwa melayang.
Belum sempat bernapas lega, flu Spanyol datang menghantam. Pandemi global ini membunuh lebih dari 50 juta orang lebih dari korban perang sebelumnya. Anda selamat dari itu juga.
Saat dunia tampak pulih, Anda terjatuh lagi. Krisis Ekonomi Global tahun 1929 menyapu bersih pekerjaan, rumah, dan harapan. Saat itu Anda berusia 29 tahun, dan belajar bertahan hidup dalam kelaparan dan ketidakpastian.
Di usia 33, Anda menyaksikan kebangkitan Nazi. Dunia berubah menjadi panggung kelam ideologi ekstrem. Dan enam tahun kemudian, Perang Dunia II meletus. Anda telah melalui dua perang dunia sebelum usia 45. Kali ini, 60 juta jiwa terhapus dari peta kehidupan.
Namun sejarah belum selesai. Di usia 52 tahun, Anda mendengar Perang Korea meletus. Dan saat Anda mendekati masa pensiun, Perang Vietnam membara hingga Anda berusia 75 tahun Dan Anda tetap hidup Tetap berdiri.
Hari ini, banyak dari kita mengeluh dan tidak bersyukur tentang kesulitan hidup modern. Tentang sinyal yang buruk, kemacetan, atau stres pekerjaan. Tapi generasi yang lahir di tahun 1900 telah ditempa oleh peristiwa-peristiwa tergelap dalam sejarah manusia.
Mereka tidak hanya bertahan mereka membangun kembali dunia dari puing-puing. Mereka memahami makna kesabaran, pengorbanan, dan harapan. Generasi ini tidak tumbuh dalam kenyamanan, tetapi dalam badai, dan justru karena itu mereka menjadi akar dari peradaban yang kita nikmati hari ini.
Mereka tidak menyuarakan penderitaan mereka mewariskan kekuatan.
Sebuah pelajaran hidup yang tak akan usang. (**)
Sumber:
Disarikan dari catatan sejarah global abad ke-20 dan narasi reflektif yang beredar di berbagai platform pendidikan sejarah.
-
Kedalaman Skuad Borno FC Tak Mumpuni30 Dec 2025 -
-
Titik Rawan Banjir Samarinda Kembali Dievaluasi29 Dec 2025 -
-
-
Tujuh Kelelahan Mental yang Harus Diperhatikan27 Dec 2025 -
-
Solusi saat Keuangan Seret dan Pikiran Mentok26 Dec 2025