Satpol PP Beraksi di Hotel Melati, Amankan Pasangan Bukan Suami Istri
Satpol PP Beraksi di Hotel Melati, Amankan Pasangan Bukan Suami Istri
SAMARINDA. Sebanyak 37 pasangan tanpa ikatan resmi diamankan Satpol PP Samarinda dan tim gabungan Sabtu (29/11/2025) dini hari. Mereka diamankan di beberapa hotel Melati. Dari jumlah tersebut, 16 pasangan bukan suami istri digelandang termasuk 5 orang tanpa pasangan.
Operasi dimulai pukul 22.00 Wita. Dua penginapan di Jalan Siradj Salman disasar. Suasana yang awalnya tenang berubah riuh setelah rombongan petugas memasuki area bangunan. Beberapa kamar yang menjadi target pemeriksaan tertutup rapat dan penghuni enggan membuka pintu. Petugas harus mengetuk berkali-kali disertai panggilan tegas sebelum akhirnya pintu dibuka.
Saat diinterogasi, sebagian besar pasangan yang ditemukan dalam kamar tidak mampu menunjukkan identitas sebagai suami istri. Ada yang gugup, berbelit-belit, sampai berusaha menyembunyikan diri di kamar mandi. Di penginapan lain di Jalan Juanda, petugas bahkan mendapati seorang perempuan di bawah umur sedang bersama laki-laki dewasa. Temuan ini membuat petugas langsung meningkatkan proses pemeriksaan dan pengamanan.
Beberapa penghuni sempat mencoba memberikan alasan bervariasi, mulai dari “baru kenal”, “hanya teman ngobrol”, hingga “sedang istirahat”, namun seluruhnya tak dapat mengubah hasil pemeriksaan.
Kasatpol PP Kota Samarinda, Anis Siswani, menegaskan, operasi digelar sebagai bentuk respons atas meningkatnya laporan masyarakat dan maraknya pelanggaran norma kesusilaan di fasilitas penginapan.
“Razia ini bukan sekadar kegiatan rutin. Ini bagian dari upaya kami menjaga ketertiban umum dan merespons keresahan warga,” tegasnya.
“Banyak laporan masuk tentang aktivitas yang melanggar norma di penginapan murah. Maka kami turun langsung untuk memastikan Kota Samarinda tidak menjadi ruang bebas bagi perilaku menyimpang.” imbuhnya.
Anis melanjutkan, seluruh orang yang terjaring langsung digelandang ke kantor Satpol PP untuk pendataan dan diberikan pembinaan. Anis mengingatkan kembali bahwa ada aturan daerah yang harus dipatuhi.
Operasi berakhir menjelang pukul 01.00 Wita. Satu per satu pasangan digiring naik ke mobil patroli, sebagian menutupi wajah, sementara warga sekitar memantau dengan rasa penasaran.
Razia gabungan ini disebut akan terus dilakukan secara berkala di titik-titik rawan untuk memastikan Kota Tepian tetap aman, tertib, dan sesuai norma yang dijaga bersama.
"Harapan kami, razia ini memberi efek jera. Kami tidak ingin hanya menindak, tetapi juga mencegah agar perilaku serupa tidak terulang.” harap Anis. (**)
-
Kedalaman Skuad Borno FC Tak Mumpuni30 Dec 2025 -
-
Titik Rawan Banjir Samarinda Kembali Dievaluasi29 Dec 2025 -
-
-
Tujuh Kelelahan Mental yang Harus Diperhatikan27 Dec 2025 -
-
Solusi saat Keuangan Seret dan Pikiran Mentok26 Dec 2025