Usul Pergantian Ketua KONI Kaltim setelah Porprov

Usul Pergantian Ketua KONI Kaltim setelah Porprov

01 Nov 2025 | Olahraga

SAMARINDA KOTA. Masa kepengurusan KONI Kaltim periode 2022-2026 tinggal menyisakan waktu beberapa bulan ke depan.
Artinya pemilihan ketua umum baru segera dilaksanakan di awal 2026. Dari hasil rapat pleno KONI Kaltim beberapa waktu lalu, ketua umum Rusdiansyah Aras sudah menyatakan tak mau menjadi kandidat kembali untuk memimpin roda organsiasi olahraga tertinggi di Benua Etam tersebut.
Rusdi dengan tegas mengatakan, meletakan jabatan sesuai waktu kinerjanya habis di KONI Kaltim.
“Jadi pada Februari sebelum bulan Ramadan kita mengadakan rapat kerja provinsi. Setelahnya usai Lebaran atau Maret 2026, kita laksanakan musyawarah provinsi untuk pemilihan ketua umum baru,” ujar Rusdi saat itu.
Namun keinginan Rusdi untuk meninggalkan jabatan pada Maret 2026 setelah pemilihan mendapat respons dari daerah.
Ketua Umum KONI Kutai Timur, H Rudi Hartono saat bertemu dengan media ini beberapa waktu lalu mengaku, sangat menyayangkan keputusan Rusdi.
“Kalau saya pribadi berharap ketua lama mau memperpanjang masa kepengurusannya terlebih dahulu. Sebab apa, kita akan menghadapi Porprov Paser tahun depan. Kalua ketua KONI Kaltim berganti, saya yakin kepengurusan akan mengalami perubahan pula,” ujar Rudi.
Nah, pergantian kepengurusan ini disebut Rudi akan memengaruhi pelaksanaan porprov. Sebab saat ini tim pengawas dan pengarah (wasrah) dan tim keabsahan serta kepanitiaan lainnya dari KONI Kaltim sudah dibentuk, kepanitian ini sendiri berisikan pengurus KONI Kaltim.
“Akan ada waktu lagi untuk berkoordinasi ulang dengan PB Porprov, jika kepengurusan tersebut berganti dan itu akan memangkas waktu persiapan itu sendiri. Makanya saya usul agar pemilihan ketua KONI Kaltim tahun depan diundur hingga Porprov Paser usai,” ujar Rudi.
Dijelaskannya, perpanjangan masa jabatan ketua umum KONI ada dalam aturan. Jadi jika itu dijalankan, maka tak ada aturan yang dilanggar.
“Ada dua kali masa perpanjangan bisa dilakukan untuk ketua umum KONI selama 6 bulan di tiap perpanjangannya. Jadi saya pikir akan lebih bagus jika masa jabatan ketua sekarang baru diselesaikan setelah porprov,” kata Rudi lagi.
Dijelaskannya lagi, seandainya pun pemilihan tetap dilaksanakan pada Maret tahun depan, sukses tidaknya porprov memang tak bisa diprediksi.
“Tapi dengan kepengurusan saat ini, pelaksanaan porprov akan lebih mudah dijalankan karena orang-orangnya sudah ada dan tinggal persiapan akhir untuk agenda itu sendiri,” kata Rudi mengakhiri. ()