Bulan Depan, Tim ESDM Verifikasi 7 Geosite di Berau

Bulan Depan, Tim ESDM Verifikasi 7 Geosite di Berau

07 Jun 2026 | Daerah

TANJUNG REDEB. Tim dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dijadwalkan akan mengunjungi Kabupaten Berau pada minggu pertama Juli mendatang.
Kunjungan kerja ini bertujuan untuk melakukan verifikasi faktual terhadap sejumlah geosite di Berau, yang masuk dalam kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkaliat. Geosite sendiri adalah objek warisan geologi dengan ciri khas tertentu (baik individual maupun multiobjek), yang menjadi bagian tak terpisahkan dari cerita evolusi pembentukan suatu kawasan dan bernilai ilmiah, langka, unik, serta indah.
Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said menjelaskan Kabupaten Berau sendiri memiliki 15 titik geosite. Namun, hanya 7 titik yang akan diverifikasi terlebih dahulu oleh tim verifikator dari pusat tersebut.
"Untuk kehadiran tim dari kementerian nanti mereka akan memverifikasi sebanyak 7 titik terlebih dahulu," ungkapnya.
Said menegaskan terdapat perbedaan mendasar antara kawasan geopark secara umum dan titik geosite. Kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkaliat sendiri mencakup wilayah administrasi Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan Kabupaten Berau dengan puluhan titik sebaran.
"Kalau geopark itu wilayah keseluruhan, sedangkan geosite itu titik-titiknya. Di Kutim ada 11 titik, sementara di Berau ada 15 titik, termasuk di wilayah Biatan, Kelay, dan Maratua," jelasnya.
Menyambut kedatangan tim penilai tersebut, Said meminta seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk segera melakukan persiapan matang guna mendukung kelancaran proses verifikasi.
"Nanti dinas-dinas terkait, terutama Dinas Pariwisata, akan menyiapkan seluruh kelengkapan dan dokumen pendukung yang diperlukan," bebernya.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu kepastian lokasi yang akan dikunjungi tim Badan Geologi ESDM tersebut. Namun, berbagai persiapan telah berjalan dan melibatkan pengelola wisata maupun masyarakat setempat.
“Kalau sudah ada lokasi yang sudah pasti dikunjungi akan lebih kita persiapkan, termasuk pengelola wisata dan masyarakat yang nantinya menjelaskan dukungan mereka terhadap pengembangan geosite,” paparnya.
Disampaikannya, geosite yang masuk dalam agenda verifikasi, umumnya merupakan lokasi yang sudah memiliki sarana dan fasilitas pendukung. Seperti di Labuan Cermin yang telah dilengkapi fasilitas wisata, dan kawasan Air Panas Pemapak yang juga telah mendapatkan pembangunan infrastruktur pendukung.
Karena itu, fokus utama yang saat ini menjadi perhatian adalah menjaga kebersihan kawasan wisata. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi sebelumnya, aspek kebersihan menjadi salah satu catatan penting yang harus diperhatikan.
Yudha berharap proses verifikasi ini dapat mengantar Berau memperoleh pengakuan sebagai Geopark Nasional. Selanjutnya, membuka peluang lebih besar untuk mendapatkan dukungan program dari pemerintah pusat. (**)