Universal Media
Pemerintah Kabupaten Berau
Bupati Berau Minta Perusahaan Sawit, Tambang dan Kehutanan Bantu Penanganan Karhutla

Bupati Berau Minta Perusahaan Sawit, Tambang dan Kehutanan Bantu Penanganan Karhutla

20 Aug 2026 | Daerah

TANJUNG REDEB. Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, meminta seluruh perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Berau untuk ikut berperan aktif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ajakan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Perusahaan, TNI, Polri, BPBD, dan instansi terkait menyusul meningkatnya kejadian kebakaran di sejumlah wilayah.
Sri mengatakan, kondisi karhutla yang terjadi saat ini membutuhkan keterlibatan semua pihak. Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah akibat kebijakan efisiensi, dukungan dari sektor swasta dinilai sangat penting untuk memperkuat upaya penanggulangan di lapangan.
“Kami mengetuk hati, kesadaran dan komitmen seluruh perusahaan, baik sektor perkebunan kelapa sawit, konsesi hutan maupun pertambangan untuk turut berperan aktif dalam penanganan karhutla yang saat ini ditangani tim gabungan,” ujar Sri.
Ia menjelaskan, tim penanganan karhutla menghadapi berbagai kendala di lapangan, mulai dari lokasi titik api yang jauh dan sulit dijangkau, keterbatasan sarana dan prasarana, minimnya sumber air, hingga kekurangan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional.
Saat ini, pemerintah daerah hanya memiliki sekitar 52 unit sarana penanganan kebakaran yang tersebar di 13 kecamatan. Jumlah tersebut dinilai belum memadai ketika kebakaran terjadi secara bersamaan di beberapa lokasi.
Karena itu, Sri meminta perusahaan memberikan dukungan berupa personel, peralatan pemadaman, logistik, hingga bantuan BBM agar tim gabungan dapat bekerja lebih maksimal.
“Bantuan personel, peralatan maupun logistik sangat kami butuhkan. Dukungan logistik BBM juga sangat berguna bagi tim di lapangan yang bekerja siang dan malam dengan keterbatasan sumber daya,” katanya.
Sri juga mengusulkan adanya komitmen bersama antara pemerintah daerah dan perusahaan untuk mendukung penanganan karhutla secara berkelanjutan.
Menurutnya, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) dapat memfasilitasi tindak lanjut komitmen tersebut dengan melibatkan seluruh perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Berau, termasuk perusahaan yang belum sempat hadir dalam rapat.
Ia menegaskan, keterlibatan dunia usaha bukan hanya sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga menjadi investasi bagi keberlangsungan usaha mereka sendiri.
“Investasi berkelanjutan hanya bisa terwujud jika lingkungan hidup kita terjaga dengan baik. Komitmen perusahaan dalam penanganan karhutla merupakan bentuk perlindungan terbaik bagi investasi dan operasional bisnis di masa depan,” tegasnya.
Sri berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, TNI, Polri, serta masyarakat dapat semakin diperkuat untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau tahun ini. (adv/cha)