Diduga Lepas Kontrol, Pemuda Tewas di Batu Besaung seelah Terseret nyaris 30 Meter
SAMARINDA. Kecelakaan tunggal yang mengakibatkan hilangnya nyawa terjadi di Samarinda, tepatnya di Jalan Batu Besaung, Samarinda Utara, Selasa (11/8/2026) dini hari.
Korban tewas diketahui bernama Wiliam Nensen (23), yang melaju dari arah Jalan KH Wahid Hasyim II menuju Jalan Batu Besaung sekitar sekitar pukul 04.20 Wita
Sebelum kecelakaan terjadi, motor Honda Scoopy KT 2521-CAQ diketahui lepas kontrol dan membuat Nensen terseret sejauh 27,5 meter.
Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol La Ode Prasetyo mengatakan, akibat kecelakaan tersebut korban mengalami luka dan sempat dalam kondisi tidak sadarkan diri. Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia.
“Sesampainya di dekat lokasi kejadian, tepatnya di Jalan Batu Besaung depan Pabrik Yakult, pengendara sepeda motor oleng ke kiri dan terseret sejauh 27,5 meter,” kata La Ode.
Korban diketahui merupakan warga Desa Bila Talang, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Saat kejadian, korban mengendarai sepeda motor seorang diri.
Dari pemeriksaan awal petugas, kondisi jalan di lokasi kejadian berupa jalan datar dan lurus dengan permukaan semenisasi. Arus lalu lintas saat itu juga sepi, dengan marka jalan berupa garis putus-putus.
Sementara kondisi cuaca pagi hari cukup cerah. Sepeda motor yang digunakan korban juga dalam kondisi standar. Ban kendaraan dan indikator rem disebut dalam kondisi baik.
Namun, polisi menemukan korban tidak dilengkapi Surat Izin Mengemudi (SIM) C. Sedangkan sepeda motor diketahui dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNKB).
“Untuk penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan,” tegasnya.
Petugas Satlantas Polresta Samarinda telah melakukan penanganan di lokasi kejadian serta mengumpulkan sejumlah keterangan, petunjuk dan barang bukti. Polisi juga masih mencari saksi yang mengetahui kejadian tersebut.
Penyidik akan mencocokkan keterangan saksi, korban, kondisi kendaraan serta bukti di lokasi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
La Ode menambahkan, pihaknya juga melakukan evaluasi terhadap lokasi kejadian. Patroli pada jam rawan kecelakaan akan ditingkatkan, khususnya di wilayah perbatasan kota.
Selain itu, Satlantas Polresta Samarinda berkoordinasi dengan Polsekta Sungai Pinang dan Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda untuk mengantisipasi kecelakaan serupa.
“Kami juga berkoordinasi dengan Dishub agar dilakukan pemasangan rambu-rambu lalu lintas,” pungkasnya. (**)