Karhutla di Pendingin Sudah 19 Hari, Wagub Seno Aji Baru Mengunjungi
SAMARINDA. Gerak lamban diperlihatkan pemerintah daerah pada kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kelurahan Pendingin, Sangasanga, Kutai Kartanegara. Meski jarak tempuh tak lebih dari satu jam, namun pemerintah baru meninjau setelah karhutla terjadi lebih dari dua pekan.
Ya, Pemprov Kaltim baru turun meninjau lokasi bencana setelah kebakaran meluas dan hampir menghanguskan permukiman warga.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, bersama tim BPBD Kaltim baru mendatangi titik api pada Selasa, 25 Agustus 2026. Peninjauan yang terkesan terlambat ini berbanding terbalik dengan kondisi darurat yang dialami petugas di lapangan, yang sudah berminggu-minggu bertaruh nyawa tanpa dukungan medis memadai.
Yusuf, seorang petugas Damkar Pos Samboja Sangasanga, mengungkapkan beratnya situasi pemadaman yang harus dihadapi selama 19 hari non-stop. Kondisi paling parah dirasakan sepanjang sepekan terakhir.
"Asapnya, debunya, apalagi hawa panas. Baru aksesnya juga susah. Ini kita hari ke-19 sudah, itu non-stop. Paling parah seminggu ini," ujar Yusuf.
Dampak paparan asap dan suhu ekstrem mulai menggerogoti fisik para personel pemadam. Yusuf mengaku mengalami gangguan kesehatan seperti sakit tenggorokan hingga sesak napas. Ironisnya, di tengah kondisi kerja yang berisiko tinggi tersebut, belum ada petugas medis yang bersiap di lokasi penanganan. Para petugas di lapangan hanya mengandalkan perbekalan mandiri seadanya.
"Keluhan mulai tenggorokan mulai sakit, pernapasan udah mulai agak sesak. (Obat-obatan) Ada vitamin, Tolak Angin, itu aja untuk lapangan. Untuk petugas medis sementara ini belum ada yang standby, paling kayak ambulans ada dari tim relawan," ungkapnya.
Di sisi lain, Wagub Kaltim Seno Aji mengklaim penanganan sigap begitu menerima laporan titik api baru yang mengancam permukiman. Peninjauan dilakukan di empat titik di Kelurahan Pendingin (RT 5, 11, dan 13) serta area aset Pemprov Kaltim dan kawasan Bantuas. Pemprov Kaltim menyalurkan bantuan sembako untuk posko relawan yang diterima oleh perwakilan relawan, Kiswanto.
Seno Aji turut mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar demi keuntungan sesaat. Pemprov mencatat beberapa daerah seperti Berau, Paser, Kukar, dan Kubar masih memiliki titik api dengan tingkat penyebaran tinggi.
Namun, kedatangan pejabat yang baru terjadi di hari ke-19 ini menuai sorotan tajam. Bantuan sembako dan imbauan semata dinilai tak sepadan dengan lambannya koordinasi penanganan darurat, terutama terkait pengabaian fasilitas medis bagi para petugas pemadam yang berada di baris terdepan bencana. (**)