Kebakaran Hanguskan Dua Bangunan, Pemilik Rumah "Disantap" Api
SAMARINDA. Musim panas panjang yang melanda Kaltim tak hanya mengancam terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Sebab kebakaran pun kian sering terjadi di daerah pemukiman.
Senin (24/8/2026) dini hari, saat sebagian besar warga mulai terlelap, suasana Jalan Gerilya Dalam, Gang 3, RT 31, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, mendadak berubah panik. Suara gaduh dari lantai dua sebuah rumah disusul kobaran api membuat warga berhamburan keluar rumah.
Api yang muncul sekitar pukul 01.45 Wita itu dengan cepat membesar. Bangunan rumah yang didominasi material kayu membuat kobaran api mudah menjalar hingga mengancam bangunan di sekitarnya.
Pemilik rumah, Arifin.(39) saat itu tengah tertidur. Ia baru tersadar setelah istrinya membangunkannya karena mendengar suara aneh dari lantai atas. "Saya dibangunkan istri. Ada suara seperti tikus, seperti ada yang jatuh. Saya bangun dan coba cek ke atas, ternyata sudah ada api," ungkap Arifin.
Seketika kepanikan melanda. Arifin meminta istrinya segera menyelamatkan diri dan keluar dari rumah. Namun, di tengah kobaran api, ia masih berusaha menyelamatkan sepeda motor yang berada di dalam rumah.
Upaya tersebut membuat Arifin harus berhadapan langsung dengan api. Saat menarik keluar sepeda motor, material kayu yang terbakar tiba-tiba jatuh dan mengenai tubuhnya.
"Kayu jatuh, masih ada apinya. Saya kena," katanya.
Arifin mengalami luka bakar ringan pada bagian tangan dan punggung. Beruntung, ia dan keluarganya berhasil keluar dari rumah sebelum api semakin membesar.
Rumah tersebut diketahui merupakan bangunan dua lantai. Anehnya, lantai dua yang menjadi titik awal api tidak dihuni. Bagian tersebut hanya digunakan untuk menyimpan sejumlah barang, seperti berkas dan kasur.
"Saya dan istri tidur di lantai bawah," sedihnya.
Kasi Operasional Disdamkarmat Samarinda, Wishnu mengatakan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 01.45 Wita. Petugas langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan pemadaman bersama relawan serta PMK swasta.
"Penanganannya sekitar satu jam," ujar Wishnu.
Dalam waktu singkat, api menghanguskan dua rumah tunggal. Sedangkan satu bangunan lainnya turut terdampak. Sebanyak tiga kepala keluarga atau 11 jiwa berada dalam kawasan terdampak kebakaran.
Upaya menjinakkan api bukan tanpa hambatan. Petugas harus berjibaku di tengah keterbatasan sumber air. Kondisi akses yang sempit dan banyaknya warga yang berdiri menonton juga membuat pergerakan petugas menjadi lebih sulit.
"Kendalanya air terbatas, kemudian banyak warga yang menonton. Jalannya juga sempit," jelasnya.
Kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 02.45 Wita, setelah petugas dan relawan berjibaku selama kurang lebih satu jam.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, pemilik rumah mengalami luka bakar ringan di tangan dan punggung akibat tertimpa material kayu yang terbakar.
Dari pemeriksaan awal, api diduga berasal dari lantai dua. Arus pendek listrik menjadi dugaan sementara penyebab kebakaran.
"Sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Bangunannya sendiri merupakan bangunan kayu," tutup Wishnu. (**)