Universal Media
Pemerintah Kabupaten Berau
Kebakaran Jadi Momok, Malam Minggu Bangsalan di Palaran Diamuk Api

Kebakaran Jadi Momok, Malam Minggu Bangsalan di Palaran Diamuk Api

16 Aug 2026 | Peristiwa

SAMARINDA. Musibah kebakaran terus menghantui warga Samarinda. Selain kebakaran lahan, permukiman juga jadi hal paling sering terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Sabtu (15/8/2026) malam pukul 23.00 Wita, kebakaran kembali terjadi. Kali ini melanda warga di Jalan HB Soeparno, Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran. Satu bangunan bangsalan yang berada tak jauh dari kawasan Pasar Palaran dilalap api.
Bangunan yang terbakar diketahui terdiri atas tujuh pintu. Letaknya yang berdekatan dengan kawasan pasar, membuat warga sempat khawatir kobaran api merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Rusli (32), warga setempat, mengaku awalnya berada di dalam rumah dan bersiap tidur. Namun, suasana malam yang tenang berubah setelah ia mendengar suara warga berteriak dari luar.
“Saya awalnya di rumah, sudah mau tidur. Sayup-sayup dengar warga berteriak. Begitu keluar rumah, api sudah besar di bangunan bangsalan,” ujar Rusli.
Menurutnya, kobaran api terlihat cukup besar ketika pertama kali diketahui warga. Asap hitam juga membubung dari bangunan yang mayoritas berbahan kayu tersebut. "Warga kemudian berusaha menjauh dari titik kebakaran sekaligus membantu mengamankan area sekitar sambil menunggu petugas pemadam tiba," ujar Rusli
Narahubung Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda, Hery Suhendra mengatakan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 23.00 Wita. Berdasarkan informasi sementara dari Ketua RT, satu bangsalan dengan tujuh pintu terbakar dan dua bangunan lainnya turut terdampak.
Material bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api cepat membesar. Petugas pun langsung melakukan pemadaman sekaligus melokalisasi api agar tidak menjalar ke bangunan lain, terlebih lokasi kebakaran berada di kawasan yang cukup padat dan dekat dengan Pasar Palaran.
Disdamkarmat Samarinda mengerahkan dua posko, yakni Posko 5 dan Posko 6. Masing-masing posko menurunkan tiga unit kendaraan pemadam. Pemadaman juga dibantu relawan dan Redkar.
“Untuk Posko 6 ada tiga unit, kemudian Posko 5 juga tiga unit. Kami dibantu teman-teman relawan dan Redkar,” jelasnya.
Sekitar 45 menit berjibaku, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api. Pendinginan kemudian dilakukan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang dapat kembali memicu kebakaran.
Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi kendala minimnya sumber air di sekitar lokasi. Kendati demikian, akses menuju titik kebakaran masih memungkinkan dilalui kendaraan pemadam berukuran besar.
“Untuk akses kendaraan besar masih bisa. Kendalanya lebih kepada minimnya sumber air di sekitar lokasi,” pungkas Hery.
Hingga proses penanganan selesai, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Disdamkarmat juga belum dapat memastikan kondisi penghuni bangunan saat kejadian. Informasi lebih lanjut masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian. (**)