Universal Media
Pemerintah Kabupaten Berau
KONI Kaltim Berharap LeKOP Kaltim Jadi Oposisi yang Positif

KONI Kaltim Berharap LeKOP Kaltim Jadi Oposisi yang Positif

05 Aug 2026 | Olahraga

SAMARINDA. Efisiensi anggaran menjadi tantangan besar yang dihadapi dunia olahraga Kaltim jelang persiapan PON XXII 2028 di NTB dan NTT. Terlebih dalam kondisi keterbatasan fiskal, kebutuhan pembinaan atlet tetap dituntut menghasilkan prestasi.
Hal itu terpaparkan dalam audiensi antara Lembaga Kajian Olahraga Prestasi Kalimantan Timur (LeKOP Kaltim) dan pengurus KONI Kaltim.
Selain membahas efisiensi anggaran, pembinaan atlet, tata kelola organisasi, transparansi, hingga penguatan ekosistem olahraga prestasi di daerah juga turut disorot.
Ketua LeKOP Kaltim Tugiman mengatakan, efisiensi dan prestasi merupakan dua hal yang harus berjalan beriringan, meski pelaksanaannya tidak mudah. Target prestasi menurutnya akan sulit dicapai apabila dukungan anggaran pembinaan tidak memadai.
"Judulnya hari ini efisiensi dan prestasi. Dua kata ini mudah-mudahan bisa dijalankan KONI karena sangat berat. Prestasi akan sulit dicapai kalau tidak ada dana yang mendukung, apalagi data prestasi atlet juga belum terakumulasi dengan baik," bebernya, di Kantor KONI Kaltim, Rabu (5/8/2026).
Ia menilai KONI Kaltim saat ini menghadapi tantangan untuk membuktikan target prestasi yang diharapkan pemerintah daerah, dapat berjalan seiring dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Tugiman berharap Pemprov Kaltim, Dispora Kaltim, hingga pemerintah kabupaten dan kota tetap memberikan dukungan terhadap pembinaan atlet. Dukungan tersebut dinilai penting agar cabang olahraga memiliki ruang mempersiapkan atlet menuju ajang nasional.
Selain persoalan anggaran, LeKOP juga mendorong pembenahan tata kelola organisasi olahraga. Tugiman mengapresiasi adanya penyegaran kepengurusan KONI Kaltim dan berharap reorganisasi tersebut diikuti peningkatan transparansi serta sistem pembinaan yang lebih baik.
"Perbaikan tata kelola itu sudah pasti. Saya melihat sudah ada reorganisasi, strukturnya juga berubah. Transparansi juga penting dalam hal ini," katanya.
LeKOP turut mengusulkan pembentukan sentra pembinaan atlet sebagai pusat pengembangan olahraga prestasi di Kaltim. Gagasan itu dinilai dapat melengkapi sistem akademi olahraga sekaligus menjadi wadah pembinaan berkelanjutan.
Termasuk kemudian pentingnya jaminan kesejahteraan bagi pelaku olahraga prestasi serta forum diskusi rutin yang melibatkan pemerintah, KONI, akademisi, dan pemangku kepentingan olahraga untuk merumuskan arah pembinaan yang lebih terukur.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum II KONI Kaltim Dandri Dauri menyambut baik masukan yang disampaikan LeKOP. Ia menilai keberadaan lembaga independen diperlukan sebagai mitra kritis dalam membangun olahraga prestasi di Kaltim.
"Kehadiran LeKOP memang diperlukan. Mengkritik, memberi masukan, saran dan pendapat itu sebuah hal yang baik. Mudah-mudahan pertemuan ini menjadi langkah awal penyelarasan dan persamaan persepsi," katanya.
Masukan dari LeKOP, lanjut Dandri, akan menjadi bahan evaluasi KONI Kaltim dalam menyusun kebijakan pembinaan olahraga, termasuk pembahasan cabor yang dipertandingkan pada Porprov, kesiapan venue, hingga pengelolaan organisasi.
Ia menilai pengalaman para anggota LeKOP yang sebagian merupakan mantan pengurus KONI, menjadi modal penting dalam memberikan perspektif terhadap arah pembinaan olahraga di daerah.
"Saya berharap LeKOP memosisikan diri sebagai oposisi yang positif, bukan oposisi yang negatif. Jangan hanya menjadi sekumpulan orang yang bebas berpendapat, tetapi juga melahirkan ide-ide untuk masa depan olahraga Kaltim," ucapnya mengakhiri. (**)