Universal Media
Pemerintah Kabupaten Berau
KONI Kaltim Terapkan Skema Baru, Bapak Angkat Urus Langsung Pendanaan

KONI Kaltim Terapkan Skema Baru, Bapak Angkat Urus Langsung Pendanaan

10 Aug 2026 | Olahraga

SAMARINDA. KONI Kaltim menyiapkan pola baru dalam pembiayaan cabang olahraga, dengan mendorong keterlibatan langsung pihak pendukung melalui skema “Bapak Angkat”. Dalam skema ini, dana tidak lagi harus dikelola KONI sebelum sampai ke cabor.
Wakil Ketua Umum II KONI Kaltim Dandri Dauri menyebut, pola itu menjadi bagian dari babak baru pembinaan olahraga Kaltim. Cabor akan berhubungan langsung dengan pihak yang menjadi bapak angkat, sementara KONI mengambil posisi sebagai pengarah kebutuhan dan pembanding biaya.
“Jadi bapak angkat direct langsung ke cabang olahraga. Bahkan KONI tidak memegang uang sama sekali. Jadi cabor akan bersentuhan langsung,” kata Dandri.
Skema itu sekaligus menempatkan KONI pada fungsi pengawasan kebutuhan. KONI akan memberikan gambaran mengenai standar biaya yang diperlukan cabor, mulai dari kebutuhan vitamin hingga peralatan olahraga.
“Di mana peran KONI hanya sebagai penyediaan angka saja. Yang saya maksudnya, angka ini wajarnya segini, angka vitamin itu seperti ini, angka peralatan tadi segini. Itu sebagai pembanding saja,” ujarnya.
Dandri menyebut pola tersebut berkaitan dengan upaya memperkuat transparansi pembiayaan olahraga. KONI Kaltim juga menyiapkan sistem digital untuk pencatatan dan pengelolaan administrasi agar penggunaan dana dapat ditelusuri.
Ia mengatakan, sistem aplikasi dibangun untuk mengurangi ketergantungan pada pengelolaan manual sekaligus menutup ruang terjadinya penyalahgunaan.
“Jadi itulah angka-angka itu, termasuk yang saya jelaskan aplikasi kearsipan kita. Menghindari terjadinya kebobrokan jahat,” katanya.
Sistem digital itu, kata Dandri, juga akan terhubung dengan mekanisme verifikasi identitas. KONI telah melakukan tahapan kerja sama dengan Dukcapil dan kepolisian dalam pengembangan sistem tersebut.
“Maka lahirlah satu website yang aplikasinya apabila terjadi pencurian akan saya masukkan ke dalam penjara,” tegasnya.
Dandri menambahkan, sistem itu disiapkan setelah melalui koordinasi dengan Dukcapil serta kepolisian, termasuk Polda Kaltim. Mekanisme tersebut nantinya menjadi bagian dari sistem pengawasan KONI dalam menjalankan pembinaan dan pendanaan cabor.
“Karena sudah melalui tahapan catatan sipil dan bekerja sama juga dengan kepolisian dan kami di Polda. Nanti kita akan sampai disitu,” tandasnya. (**)