Universal Media
Pemerintah Kabupaten Berau
Pemkot Tiadakan Pawai Pembangunan, Dispar Kaltim Geber Mahakam Mask Carnival

Pemkot Tiadakan Pawai Pembangunan, Dispar Kaltim Geber Mahakam Mask Carnival

12 Aug 2026 | Pemerintahan

SAMARINDA. Tak ingin warga Samarinda kecewa dengan tak adanya Pawai Pembangunan saat HUT ke-81 RI tahun ini, Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim langsung bergerak.
Ya, Dispar Kaltim memastikan mengambil alih pelaksanaan Pawai Pembangunan di Kota Tepian, yang akan dilaksanakan 30 Agustus mendatang.
Seperti diketahui, Pemkot Samarinda meniadakan agenda Pawai Pembangunan dengan alasan efisiensi. Imbasnya publik Samarinda kecewa dengan keputuan tersebut. Namun Dispar mengambil langkah taktis untuk mengisi ruang kosong tersebut. Dispar Kaltim mengumumkan akan menggelar pesta rakyat bertajuk "Mahakam Mask Carnival".
Langkah ini menegaskan komitmen Pemprov Kaltim untuk merawat tradisi selebrasi kemerdekaan yang sudah terlanjur melekat di tengah masyarakat Samarinda.
Kepala Dispar Kaltim, Muhammad Faisal, menegaskan bahwa langkah ini diambil murni sebagai inisiatif pelayanan publik dan wadah kreativitas, bukan bentuk persaingan antar instansi pemerintahan.
"Sekali lagi seperti yang di konpers saya sampaikan, ini tidak ingin merebut pawainya pemkot meniadakan atau pemprov yang mengambil. Ya tidak, ini inisiatif kami, komunitasnya pun juga hanya komunitas pariwisata ya," ujar Faisal.
Ia menambahkan, euforia masyarakat usai upacara peringatan 17 Agustus tidak boleh padam begitu saja hanya karena ketiadaan agenda dari balai kota.
"Saya hanya ingin mengambil momen bahwa setelah Agustusan, setelah upacara 17 Agustus itu memang di Samarinda sudah ter-branding ada pawai. Sayang nanti kalau tidak ada, jadi kami mengambil momen itu," tegasnya.
Untuk menyemarakkan gelaran Mahakam Mask Carnival, Dispar Kaltim telah menyiapkan tiga pilar utama acara yang dimulai sejak pukul 07.00 Wita pada 30 Agustus mendatang: Lomba Parade Drum Band, dengan mnggalang semangat ketangkasan dan musikalitas pemuda. Kemudian Festival Seni Pencak Silat, dengan menampilkan atraksi seni bela diri tradisional. Dan pawai karnaval topen, dimana kirab budaya yang melibatkan ribuan pegiat seni, komunitas, dan penggerak ekonomi kreatif.
Pengambilalihan peran hiburan rakyat oleh Pemprov Kaltim ini sekaligus menjawab keresahan warga Samarinda yang merindukan parade kemerdekaan di jalanan kota. Tanpa menyedot anggaran Pemkot yang tengah melakukan penghematan, Dispar Kaltim justru membuktikan keterbatasan dapat disiasati melalui kolaborasi jaringan komunitas pariwisata daerah. (**)