Sisi Tol Balsam Kilometer 53-54 Dilalap Api, Petugas Berjuang hingga Dini Hari
SAMARINDA. Ini bisa jadi peringatan bagi pengguna jalan Tol Balikpapan-Samarinda. Sebab di saat musim kemarau panjang seperti sekarang, kebakaran lahan di sisi kanan dan kiri jalan bisa mengurangi jarak pandang pengguna jalan tol pertama di Kaltim tersebut.
Seperti yang terjadi pada Senin (17/8/2026) malam, di Kilometer 53-54. Api diperkirakan mulai melahap lahan sekitar pukul 19.20 Wita.
Kebakaran yang diperkirakan menghanguskan sekitar tiga hektare lahan itu, baru berhasil dikuasai petugas beberapa jam kemudian.
Kepulan asap terlihat di sekitar jalur tol dan menjadi perhatian petugas lantaran berada tidak jauh dari lintasan kendaraan.
Ketua Tim Rescue Tol Balsam, Dzulhijjah mengatakan, penanganan langsung dilakukan setelah informasi kebakaran diterima melalui grup komunikasi petugas.
Saat laporan diterima, api diperkirakan sudah membakar lahan selama kurang lebih satu jam. Tim kemudian bergerak melakukan pemadaman untuk mencegah kobaran merambat semakin luas.
“Sudah aman, sudah dikuasai. Sekitar pukul 03.00 Wita sudah berhasil dikuasai,” ujar Dzulhijjah saat dikonfirmasi, Selasa (18/8/2026).
Dua unit tangki dikerahkan dalam proses pemadaman. Satu unit merupakan armada internal pengelola Tol Balsam, sedangkan satu lainnya didatangkan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Lokasi kebakaran masuk wilayah Kecamatan Muara Jawa, Kukar. Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi bara api yang kembali menyala.
Kebakaran di kawasan tol tersebut disebut bukan kali pertama terjadi. Dzulhijjah mengatakan dalam beberapa waktu terakhir sudah beberapa kali ditemukan titik api di sepanjang jalur Tol Balsam.
“Kurang lebih tiga kali kejadiannya, sama hari ini,” ungkapnya.
Ancaman kebakaran juga kembali terlihat pada Selasa (18/8/2026) pagi. Petugas menemukan dua titik api di kawasan berbeda. Bahkan, asap tebal sempat terlihat di sekitar Kilometer 31 pada siang hari.
Kondisi tersebut dinilai cukup mengkhawatirkan karena asap yang menutupi kawasan sekitar tol dapat mengganggu jarak pandang pengendara.
“Untuk asap, di lokasi itu cukup tebal sehingga sempat berpotensi mengganggu pandangan pengendara,” jelas Dzulhijjah.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, patroli di sepanjang jalur tol terus ditingkatkan. Petugas diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Pemantauan juga dibantu kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di sepanjang jalur tol. Namun, cakupannya belum sepenuhnya menjangkau seluruh kawasan.
“CCTV itu kelihatan, cuma CCTV ini setiap empat kilometer baru ada. Belum tentu di titik ini ada CCTV yang bisa terlihat,” ujarnya.
Beruntung, kebakaran di KM 53-54 tidak menimbulkan kecelakaan maupun korban. Setelah api berhasil dikuasai, petugas tetap bersiaga di sekitar lokasi guna memastikan tidak muncul kembali titik api.
“Alhamdulillah sampai sejauh ini belum ada insiden. Petugas juga masih melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul,” pungkasnya. (**)