Sudah Terjadi 35 Kebakaran Lahan, Sebanyak 16,57 Hektare Dilalap Si Jago Merah
SAMARINDA. Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Samarinda masih terus meningkat, seiring berlangsungnya musim kemarau. Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda per 7 Agustus 2026.
Jumlah kejadian karhutla telah mencapai 35 kasus dengan total luas lahan terbakar 16,57 hektare. Data tersebut menunjukkan adanya penambahan dibandingkan awal pekan ini yang masih mencatat 31 kejadian.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda Suwarso mengatakan, mayoritas kebakaran masih terjadi di kawasan semak belukar dan lahan kosong yang mudah terbakar akibat cuaca panas serta vegetasi yang mengering.
"Cuaca panas yang berlangsung beberapa waktu terakhir membuat potensi kebakaran semakin tinggi. Karena itu kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar maupun membakar sampah sembarangan," ujarnya, (7/8/2026).
Berdasarkan peta sebaran BPBD, Kecamatan Samarinda Ulu menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 8 kali. Disusul Sambutan sebanyak 7 kejadian, Samarinda Utara dan Palaran masing-masing 5 kejadian, Sungai Pinang 4 kejadian, Sungai Kunjang 3 kejadian, Loa Janan Ilir 2 kejadian, serta 1 kejadian di luar wilayah. Sementara Samarinda Kota, Samarinda Ilir, dan Samarinda Seberang masih nihil kejadian berdasarkan pembaruan data BPBD.
Suwarso menjelaskan, peningkatan jumlah kejadian menjadi peringatan agar seluruh lapisan masyarakat lebih waspada. Selain kondisi cuaca yang mendukung terjadinya kebakaran, aktivitas manusia masih menjadi faktor dominan penyebab munculnya titik api.
BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat), relawan, serta unsur terkait terus disiagakan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran lahan. Menurutnya, respons cepat menjadi kunci agar api tidak meluas hingga mengancam permukiman warga.
"Kami berharap masyarakat ikut berperan aktif. Jangan membakar lahan atau sampah, dan apabila melihat titik api segera laporkan melalui layanan darurat agar dapat segera ditangani," tegasnya.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama puncak musim kemarau. Langkah sederhana seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar sampah di lahan terbuka, dan segera melaporkan kebakaran dinilai dapat membantu menekan bertambahnya kasus karhutla di Kota Tepian. (**)