Waspada Penyakit di Musim Kemarau, ISPA Paling Mengancam
SAMARINDA. Ancaman penyakit kini menghampiri warga Kaltim, seiring belum berakhirnya musim kemarau saat ini.
Kemarau juga berpotensi memperbesar risiko kebakaran hutan dan lahan yang dapat menimbulkan kabut asap.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltim mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyakit yang dapat muncul akibat keterbatasan air bersih maupun paparan asap kebakaran.
Kepala Dinkes Kaltim, dr Jaya Mualimin mengatakan, kondisi kemarau saat ini menjadi perhatian pemerintah karena sejumlah wilayah mulai mengalami kekeringan. Selain berdampak terhadap ketersediaan air, kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko penyakit di tengah masyarakat.
“Kita juga menyampaikan bahwa di Kalimantan Timur ada risiko mengalami kekeringan dan itu memang terjadi di beberapa daerah,” kata Jaya, Jumat (21/8/2026).
Di sisi lain, potensi kebakaran hutan dan lahan turut menjadi perhatian. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Kaltim masuk dalam kategori wilayah dengan risiko tinggi terhadap karhutla, meski belum masuk kategori risiko sangat tinggi.
Jaya mengatakan, Dinkes Kaltim telah mengikuti rapat koordinasi lintas provinsi bersama Kementerian Kesehatan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
“Kita akan melakukan upaya-upaya mitigasi terkait beberapa risiko untuk kebakaran hutan,” ujarnya.
Dinkes Kaltim juga berkoordinasi dengan BPBD serta pemerintah kabupaten dan kota untuk meningkatkan kewaspadaan. Salah satunya melalui penyampaian surat edaran Gubernur Kaltim dan arahan Kementerian Kesehatan terkait peningkatan risiko penyakit akibat kebakaran dan kabut asap.
Menurut Jaya, penyakit yang perlu diantisipasi antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama apabila kualitas udara memburuk akibat kabut asap. Selain itu, kekeringan juga berpotensi meningkatkan kasus penyakit yang berkaitan dengan keterbatasan air bersih, seperti diare.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kaltim telah menyiapkan obat-obatan dan kebutuhan logistik kesehatan yang diperlukan apabila terjadi peningkatan kasus penyakit akibat kemarau maupun kabut asap.
“Kami meminta dukungan dari Kementerian Kesehatan untuk menyiapkan kebutuhan apabila terjadi, misalnya diare ataupun penyakit-penyakit yang disebabkan karena kabut asap,” jelasnya.
Selain obat-obatan, masker juga disiapkan untuk melindungi masyarakat dari paparan asap, debu, maupun jelaga akibat kebakaran.
Jaya menegaskan kesiapan tersebut dilakukan sejak dini agar apabila terjadi peningkatan dampak kemarau, kekeringan, maupun karhutla, pelayanan kesehatan di Kaltim tetap dapat merespons kebutuhan masyarakat. (**)