Air Sungai Siduung Mendadak Hijau, DLHK Berau Lakukan Uji Sampel
TANJUNG REDEB. Fenomena berubahnya warna air sungai kembali terjadi di Kabupaten Berau. Kali ini, air Sungai Siduung di Kampung Siduung Indah, Kecamatan Segah, mendadak berubah warna menjadi kehijauan dalam beberapa hari terakhir. Peristiwa ini diiringi laporan ditemukannya sejumlah ikan yang mati mengapung di permukaan sungai.
Menanggapi kejadian tersebut, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau menerjunkan tim ke lokasi untuk mengambil sampel air. Langkah ini diambil guna mengidentifikasi penyebab pasti perubahan warna sekaligus potensi pencemaran di badan air.
Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, mengonfirmasi penanganan tersebut melalui pesan singkat. “Tim DLHK sudah ke lokasi untuk ambil sampel air,” ujarnya.
Zulkifli menambahkan bahwa pengujian sampel ditujukan untuk memastikan pemicu berubahnya kondisi air dan fenomena ikan mati. “Segera, kalau sudah ada hasil sampel di laboratorium, akan kami sampaikan,” lanjutnya.
Pemeriksaan laboratorium dilakukan oleh UPTD Laboratorium Lingkungan DLHK Berau. Kepala UPTD, Agus Tri Hariyanto, menjelaskan bahwa petugas mengambil sampel dari tiga titik berbeda, yakni Siduung Muara, bawah Jembatan Siduung, serta Dermaga Siduung Indah. “Saat pengambilan sampel, kami didampingi sekretaris kampung setempat,” katanya.
Agus menyebut analisis memerlukan waktu paling lambat dua pekan. “Untuk hasil pengujian maksimal kurang lebih 14 hari kerja,” jelasnya.
Peristiwa air sungai berubah menjadi hijau disertai kematian kitas ikan bukan hal baru di Bumi Batiwakkal. Fenomena serupa sempat melanda Sungai Segah pada 2015 dan akhir 2019. Kala itu, investigasi menunjukkan blooming alga atau ledakan populasi plankton akibat akumulasi limbah nutrisi menaikkan tingkat keasaman serta menyedot pasokan oksigen terlarut.
Kondisi tersebut memicu perubahan warna air secara drastis hingga membuat ribuan ikan mabuk dan mati.
Masyarakat kini menunggu kepastian hasil laboratorium DLHK Berau untuk memastikan apakah fenomena di Sungai Siduung dipicu oleh faktor alamiah atau aktivitas pembuangan limbah. (**)