Minim Mencetak Gol, Borneo FC Tak Punya Striker Pembunuh
SAMARINDA. Kemenangan 2-1 Borneo FC atas PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Selasa (27/10/2026), menyisakan pekerjaan besar bagi tim pelatih.
Hal paling terlihat adalah lemahnya penyelesaian akhir di mulut gawang. Rentetan peluang yang terjadi sepanjang 90 menit, menjadi fakta jika Pesut Etam membutuhkan seorang striker dengan naluri mencetak gol yang tinggi.
Lemahnya barisan depan ini diakui pelatih Mauro Jeronimo. Usai pertandingan lawan PSS, Mauro mengatakan jika Borneo FC harusnya bisa mencetak tiga gol di babak pertama.
“Harusnya pemain memanfaatkan setiap peluang jika mendapatkannya. Tapi yang terjadi, kami beberapa kali gagal memaksimalkan peluang tersebut,” ujarnya.
Dua gol kemenangan Borneo FC saat bertemu PSS, salah satunya dicetak pemain belakang, yakni Dandy Sonriza. Sementara satu gol lain diciptakan Hugo Samir yang beroperasi di sayap.
Peran Rubio sebagai ujung tombak tunggal di pertandingan tersebut, gagal memperlihatkan kualitasnya. Padahal ia sudah didukung maksimal dua pemain sayap, yakni Juan Villa dan Samir, serta Marcos Astina dari lini tengah.
Borneo FC sendiri masih punya striker asing, yakni Moussa Diarra. Namun Diarra juga belum memperlihatkan kualitasnya sebagai striker pembunuh. Saat ini, Diarra baru mencetak satu gol ketika Borneo FC mengalahkan Yangon United di AFC Challenge League.
Jelang menghadapi PSIM Jogjakarta pada Minggu (1/11/2026), Mauro mencoba membenahi masalah penyelesaian akhir ini.
“Masih ada waktu beberapa hari untuk evaluasi tim, khususnya pemain depan. Mudahan kami bisa lebih maksimal bermain dan kembali mendapatkan angka penuh,” harap Mauro. (upi)