Universal Media
Hari Kedua Operasi Patuh, Pengendara “Mucil” Masih Marak

Hari Kedua Operasi Patuh, Pengendara “Mucil” Masih Marak

28 Oct 2026 | Peristiwa

SAMARINDA. Penindakan pada pelanggar “mucil” di Kota Tepian terus dilakukan. Meski sudah beberapa pengendara sudah ditilang, ternyata tak membuat pengendara lain sadar. Faktanya pelanggaran lalu lintas masih ditemukan dalam pelaksanaan Operasi Patuh Mahakam 2026 di Kota Tepian. Pengendara yang melawan arus dan tidak menggunakan helm menjadi sasaran penindakan serta teguran petugas di sejumlah ruas jalan, Rabu (28/10/2026).
Saat razia berlangsung di Jalan Perniagaan, kawasan Pasar Segiri, Kecamatan Samarinda Ulu, beberapa pengendara terpantau berbalik arah begitu melihat petugas berjaga. Namun, ada pula pengendara yang mencoba menerobos adangan petugas saat penertiban berlangsung.
Di lokasi tersebut, petugas Satlantas Polresta Samarinda mendapati sekitar 12 hingga 13 pengendara yang melanggar aturan. Penertiban juga dilakukan di Jalan Belatuk dan sejumlah jalur yang telah ditetapkan sebagai jalan satu arah.
Kanit Turwali Satlantas Polresta Samarinda Iptu Ismail Marzuki mengatakan, petugas masih menemukan pengendara yang nekat melawan arus meski jalur tersebut telah diberlakukan satu arah.
“Di sekitar Pasar Segiri tadi kami mendapati sekitar 12 sampai 13 pengendara yang melanggar. Kami juga memantau kawasan belakang Jalan Belatuk, terutama jalur satu arah yang masih sering dilanggar,” ujarnya.
Menurut Ismail, pelanggaran yang mendominasi penertiban kali ini adalah melawan arus dan tidak menggunakan helm. Petugas memberikan teguran kepada sejumlah pengendara sekaligus mengingatkan pentingnya mematuhi aturan demi keselamatan bersama.
Kondisi di lapangan menunjukkan masih ada pengendara yang mengabaikan kelengkapan keselamatan saat berkendara. Salah satunya Didit, pengendara sepeda motor yang kedapatan tidak mengenakan helm ketika melintas di kawasan tersebut.
Didit mengaku hendak melanjutkan perjalanan menuju rumahnya di kawasan Lestari setelah dari rumah sakit. Ia mengakui tidak mengenakan helm dan baru meminjamnya sebelum melanjutkan perjalanan.
“Tidak pakai helm, ini tadi saya pinjam dulu,” katanya saat ditemui di lokasi.
Ismail mengimbau masyarakat Samarinda agar lebih disiplin dalam berlalu lintas, termasuk menggunakan helm standar dan tidak melawan arus meski jarak yang ditempuh relatif dekat.
Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan hanya untuk menghindari penindakan, tetapi juga melindungi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
“Kami mengimbau masyarakat Kota Samarinda agar tertib berlalu lintas, baik untuk keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Kalau budaya tertib sudah terbentuk, mudah-mudahan perjalanan menjadi lebih aman dan selamat,” pungkasnya. (**)