Universal Media
Batik Derawan-Maratua, Angkat Cerita Laut Berau ke Produk Wastra

Batik Derawan-Maratua, Angkat Cerita Laut Berau ke Produk Wastra

01 Oct 2026 | Daerah

TANJUNG REDEB. Keindahan laut Berau tak hanya dinikmati melalui wisata bahari. Kekayaan alam tersebut kini dituangkan ke dalam karya wastra melalui Batik Derawan-Maratua, yang mengangkat berbagai ikon pesisir dan kehidupan bawah laut.
Setiap motif pada batik tersebut membawa cerita tersendiri. Salah satunya motif Gusung yang menggambarkan hamparan pasir putih yang muncul di tengah laut ketika air sedang surut.
Kekayaan bawah laut Maratua juga diterjemahkan melalui motif Tornado Barracuda. Motif ini terinspirasi dari kawanan ikan barakuda yang bergerak membentuk pusaran menyerupai tornado di perairan Pulau Maratua.
Selain itu, terdapat motif ubur-ubur tidak menyengat serta penyu atau tukik. Penggambaran tersebut menjadi bagian dari upaya membawa kekayaan hayati dan karakter wisata pesisir Berau ke dalam produk ekonomi kreatif.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan, Batik Derawan-Maratua dirancang tidak sekadar sebagai produk fesyen, tetapi juga sebagai media untuk memperkenalkan potensi daerah.
“Semua motif yang ada turut berbicara, menceritakan betapa indahnya Maratua dan Pulau Derawan,” ujarnya.
Menurutnya, perpaduan cerita alam dengan teknik batik tradisional memberikan nilai tambah bagi produk yang dikerjakan pengrajin lokal. Batik tersebut sekaligus dapat menjadi cendera mata yang membawa pengalaman wisatawan terhadap Berau.
“Kalau orang datang ke Berau untuk diving atau snorkeling, batik ini menjadi buah tangan serta kenangan yang memotret keindahan tersebut,” katanya.
Pengembangan wastra berbasis potensi daerah juga dinilai dapat membuka ruang lebih luas bagi produk kerajinan lokal untuk masuk ke pasar di luar Berau.
Batik Derawan-Maratua diperkenalkan dalam Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara (PPBN) 2026 di Trans Studio Mall Cibubur, Jakarta, Minggu (27/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Berau Bulqis Sastra membawa batik tersebut hingga meraih posisi 4th Winner PPBN 2026.
Pemkab Berau melalui Dekranasda juga membawa sejumlah produk batik dan kerajinan pengrajin lokal untuk diperkenalkan kepada publik.
Sri menambahkan, pengembangan produk yang mengangkat identitas alam Berau tetap harus berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan. Sebab, kekayaan laut dan hutan merupakan bagian dari sumber inspirasi sekaligus aset daerah.
“Kami ingin memastikan alam tetap terjaga tanpa merusaknya,” tegasnya. (cha/adv)