Universal Media
Bersih-bersih Narkoba, Polisi Sweeping Wilayah Jalan Pesut dan Jalan Kakap

Bersih-bersih Narkoba, Polisi Sweeping Wilayah Jalan Pesut dan Jalan Kakap

15 Oct 2026 | Kriminalitas

SAMARINDA. Tak bisa dimungkiri peredaran narkoba di Kota Tepian masih marak. Untuk menekan hal tersebut,
Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Samarinda melakukan sweeping di Jalan Pesut dan Jalan Kakap, Kecamatan Samarinda Ilir, Kamis (15/10/2026). Dalam operasi tersebut, petugas menemukan enam orang dengan hasil tes urine positif narkotika.
Pemeriksaan dilakukan secara mendadak dengan mengambil sampel urine warga secara acak. Dari kegiatan yang berlangsung di kawasan Jalan Pesut, petugas mendapati enam orang yang hasil pemeriksaan awalnya menunjukkan indikasi penggunaan narkotika.
Keenam orang itu tidak langsung diposisikan sebagai sasaran penindakan pidana. Polisi menyatakan akan melakukan pendataan dan mengarahkan mereka untuk menjalani asesmen serta mendapatkan penanganan pemulihan sesuai kebutuhan.
Kasat Resnarkoba Polresta Samarinda Kompol Bangkit Dananjaya mengatakan, operasi tersebut menyasar dua kawasan yang selama ini dikenal masyarakat dengan stigma sebagai lokasi peredaran narkotika.
“Hari ini kami melaksanakan kegiatan sweeping terhadap kampung-kampung yang terstigma sebagai kampung peredaran narkoba di Kota Samarinda. Ada dua lokasi sweeping, pertama di bawah Jalan Pesut dan yang kedua di Jalan Kakap,” ujar Bangkit.
Menurut dia, penanganan terhadap enam orang yang hasil tes urinenya positif akan melibatkan lembaga yang memiliki layanan pemulihan bagi penyalahguna narkotika. Koordinasi dilakukan bersama Klinik BNN Provinsi Kalimantan Timur, Klinik BNN Kota Samarinda, serta Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) milik Pemerintah Kota Samarinda.
“Lalu dibawa ke mana enam orang positif ini? Nanti akan kita obati dan pulihkan mereka, kita lakukan pendataan serta pemulihan. Kita bekerja sama dengan Klinik BNN Provinsi Kaltim, Klinik BNN Kota Samarinda, dan IPWL milik Pemkot Samarinda. Saudara-saudara kita yang positif ini adalah korban penyalahguna yang akan kita obati,” tegasnya.
Bangkit menegaskan, pendekatan pemulihan tidak mengurangi komitmen kepolisian dalam memburu pihak yang terlibat dalam jaringan peredaran narkotika. Pemeriksaan terhadap warga menjadi salah satu bagian dari upaya memetakan situasi di kawasan yang menjadi sasaran operasi.
Dalam sweeping tersebut, petugas juga berupaya memastikan ada atau tidaknya transaksi narkotika di lokasi. Namun, Bangkit menyebut polisi tidak menemukan aktivitas jual beli narkotika selama kegiatan berlangsung.
Meski begitu, kondisi tersebut hanya menggambarkan temuan selama operasi. Pengawasan tetap diperlukan untuk memastikan kawasan itu tidak kembali dimanfaatkan sebagai tempat transaksi maupun aktivitas yang berkaitan dengan peredaran narkotika.
Bangkit juga memperkirakan hasil tes urine positif dapat berkaitan dengan penggunaan narkotika dalam beberapa hari hingga sekitar satu pekan sebelumnya. Namun, waktu penggunaan tidak bisa dipastikan hanya berdasarkan hasil tes urine sehingga diperlukan tindak lanjut sesuai prosedur.
Selain pemeriksaan, polisi memasang sejumlah banner di titik strategis. Pemasangan itu dimaksudkan untuk menegaskan kehadiran aparat sekaligus mendorong perubahan citra kawasan yang selama ini lekat dengan sebutan kampung narkoba.
“Pemasangan banner ini sebagai tanda bahwa wilayah yang terstigma sebagai kampung narkoba kini sudah kita rebut dan dikuasai oleh negara. Kita berharap tidak ada lagi stigma kampung narkoba di wilayah ini,” tutup Bangkit.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut datang dari Ketua RT 14 Jalan Pesut, Kelurahan Sungai Dama, Dhani. Ia mengapresiasi langkah kepolisian dan berharap penertiban tidak berhenti pada satu kegiatan, melainkan dilaksanakan secara berkala.
Dhani menyebut aktivitas peredaran narkotika di lingkungannya sudah tidak terlihat sejak sekitar empat bulan terakhir. Ia juga mengklaim sejumlah orang yang sebelumnya dikaitkan dengan aktivitas tersebut telah meninggalkan kawasan Jalan Pesut.
“Di sini sudah tidak ada lagi, mereka disuruh pindah. Biarpun sudah pindah, mereka kadang masih membawa-bawa nama Pesut. Padahal Jalan Pesut ini sudah bagus dan tidak aktif lagi sejak empat bulan lalu,” kata Dhani.
Ia menilai, citra negatif yang masih melekat pada Jalan Pesut perlu diimbangi dengan upaya nyata menjaga keamanan lingkungan. Karena itu, ia berharap kepolisian terus melakukan pemantauan agar kawasan tersebut tidak kembali dikaitkan dengan peredaran narkotika.
Dhani menegaskan dukungannya terhadap penertiban, dengan catatan kegiatan serupa dilaksanakan secara konsisten. Menurutnya, pengawasan yang berkelanjutan dibutuhkan agar perubahan kondisi lingkungan dapat dipertahankan.
“Saya mendukung sekali, tapi dengan catatan harus rutin dan aktif. Jangan cuma karena ada informasi atau perintah Kapolri baru langsung bergerak, lalu setelah itu diam lagi. Harus berkelanjutan agar realisasinya jauh lebih bagus dan wilayah ini benar-benar bersih,” pungkasnya. (**)