Universal Media
Pemerintah Kabupaten Berau
Demi Keamanan Masyarakat, Pertamina Larang Tabung Epiji Bocor Beredar

Demi Keamanan Masyarakat, Pertamina Larang Tabung Epiji Bocor Beredar

09 Aug 2026 | Pemerintahan

SAMARINDA. Terjadinya kasus ledakan tabung elpiji di beberapa daerah termasuk di Kalimantan Timur, membuat
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memperketat peredarannya. Hal ini dilakukan agar tak terjadi kasus ledakan elpiji yang memicu terjadinya kebakaran bahkan memakan korban jiwa.
Untuk mengantisipasi peredaran tabung yang akan dijual kembali, wajib melewati pemeriksaan dan pemeliharaan, termasuk memastikan tidak terdapat kerusakan maupun indikasi kebocoran.
Pengawasan tersebut dilakukan melalui Management Walkthrough (MWT) di sejumlah fasilitas pengisian dan pemeliharaan tabung elpiji di Samarinda. Pengawasan menyasar Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) serta Bengkel Pemeliharaan Tabung (BPT).
Dalam kegiatan itu, tim tidak hanya melihat proses pengisian elpiji. Pemeriksaan juga mencakup kondisi fisik tabung, tahapan pemeliharaan dan perbaikan, hingga penerapan aspek Health, Safety, Security & Environment (HSSE).
Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, mengatakan pengawasan langsung diperlukan untuk memastikan standar keselamatan benar-benar diterapkan di lapangan.
Menurut dia, tabung yang ditemukan memiliki persoalan teknis tidak boleh langsung kembali digunakan. Tabung harus menjalani pemeriksaan dan pemeliharaan terlebih dahulu sebelum dinyatakan layak.
“Kualitas pemeliharaan dan perbaikan tabung harus terus dijaga dan ditingkatkan. Kami ingin memastikan tidak ada tabung yang belum memenuhi standar, termasuk yang terindikasi mengalami kebocoran, keluar dari fasilitas untuk kembali didistribusikan,” ujarnya, Minggu (9/8/2026).
Pengetatan tersebut dinilai penting karena kondisi tabung menjadi salah satu faktor yang berkaitan langsung dengan keamanan penggunaan elpiji di tingkat masyarakat.
“Keselamatan dan kelayakan tabung menjadi hal utama sebelum sampai kepada masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan MWT turut melibatkan DPC Hiswana Migas Samarinda. Kolaborasi antara Pertamina dan mitra distribusi tersebut dilakukan untuk menyamakan pemahaman mengenai standar operasional dan keselamatan di sepanjang rantai penyaluran elpiji.
Peserta juga melihat langsung tahapan pengisian elpiji, pemeriksaan tabung, proses pemeliharaan hingga penerapan prosedur keselamatan di fasilitas operasional.
Bagi Pertamina, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi pemeriksaan lapangan. MWT juga dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi untuk mengetahui persoalan yang masih ditemukan sekaligus mencari langkah perbaikan bersama.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memiliki pemahaman yang sama terhadap kondisi pelayanan saat ini sekaligus melihat apa saja yang perlu terus diperbaiki bersama,” kata Isfahani.
Ia menegaskan pengawasan kualitas elpiji tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Pertamina memiliki tanggung jawab memastikan proses distribusi berjalan sesuai ketentuan, sedangkan mitra di lapangan turut berperan menjaga standar operasional.
“Menjadi tanggung jawab kami di Pertamina untuk memastikan elpiji dapat disalurkan kepada masyarakat dengan aman, andal, dan sesuai ketentuan,” lanjutnya.
Sementara itu, Sekretaris DPC Hiswana Migas Samarinda, Windi Novrianth, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kunjungan langsung memberikan pemahaman mengenai proses pengisian, pemeliharaan tabung serta penerapan standar keselamatan.
“Kunjungan ini sangat bermanfaat, terutama bagi rekan-rekan di Samarinda. Kami dapat melihat langsung bagaimana proses pengisian elpiji, pemeliharaan tabung, serta penerapan aspek keselamatannya,” ujar Windi.
Ia berharap pengawasan dan kunjungan lapangan serupa dapat dilakukan secara rutin. Dengan komunikasi yang terjaga antara Pertamina dan mitra, persoalan yang muncul di lapangan dapat lebih cepat diketahui dan ditangani.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan sebagai bentuk kolaborasi untuk bersama-sama menjaga operasional dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya. (**)