Universal Media
Pemerintah Kabupaten Berau
Ingin Lepas Umbul-umbul, Pemuda Tewas Tergantung di Gapura

Ingin Lepas Umbul-umbul, Pemuda Tewas Tergantung di Gapura

31 Aug 2026 | Peristiwa

SAMARINDA. Berakhirnya peringatan HUT ke-81 RI, membuat warga mulai menurunkan pernak-pernik perayaan kemerdekaan. Hal itu juga dilakukan di kawasan Samarinda Seberang.
Namun peristiwa tragis justru terjadi di kawasan Jalan Bung Tomo, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang, Senin (31/8/2026).
Teriakan minta tolong memecah suasana setelah seorang pemuda ditemukan tergantung dengan posisi kepala di bawah dan kedua kaki tersangkut di besi gapura.
Pemuda itu diketahui bernama Muhammad Jahwari Febriyanto (24). Ia sebelumnya hendak melepas bendera dan umbul-umbul yang terpasang di bagian atas gapura.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.45 Wita. Sehari sebelumnya, Ketua RT 9 Kelurahan Sungai Keledang, Rosimah Susanti, memang meminta korban bersama rekannya, Dika, untuk membantu melepas bendera dan umbul-umbul tersebut.
Senin pagi, korban bahkan sempat menghubungi Rosimah melalui WhatsApp untuk memberitahukan bahwa dirinya akan melakukan pekerjaan tersebut.
Tak lama kemudian, suasana berubah panik. Mar (54), warga yang berjualan kue di seberang jalan, mengaku mendengar teriakan meminta pertolongan. Ia kemudian bergegas melihat ke arah gapura.
“Saya tidak lihat saat awal kejadian. Sudah orang ramai baru saya lihat,” ujar Mar.
Di lokasi, korban ditemukan dalam posisi kepala menghadap ke bawah, sementara kedua kakinya masih tersangkut pada tiang gapura. Warga kemudian berusaha menolong korban yang terlihat lemas dan tidak sadarkan diri.
Mar memperkirakan korban berada dalam posisi tersebut sekitar 15 menit. Ia bahkan melihat cairan keluar dari tubuh korban, meski tidak mengetahui pasti apakah berasal dari mulut atau hidung.
Situasi sempat semakin mencekam, lantaran warga menduga korban tersengat listrik sebelum terjatuh. Apalagi, sejumlah kabel berada di sekitar gapura. Warga pun sempat ragu mendekat karena khawatir masih terdapat aliran listrik.
Salah seorang saksi lainnya menyebut, korban sempat diduga tersengat listrik saat melepas bendera. Setelah terjatuh dan kakinya tersangkut, korban masih sempat sadar dan meminta pertolongan sebelum akhirnya tidak lagi bergerak.
Namun, hasil pemeriksaan di rumah sakit justru tidak menemukan tanda-tanda korban tersengat listrik.
Korban akhirnya berhasil dievakuasi dan dibawa menggunakan ambulans relawan Satria Samarinda Seberang ke RS Mulya Medika sekitar pukul 08.14 Wita.
Harapan warga agar korban dapat diselamatkan ternyata pupus. Setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh dokter jaga, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Dokter jaga RS Mulya Medika, dr. R. Henki W., menemukan luka gores pada siku kiri yang diduga akibat terjatuh serta benjolan pada bagian belakang kepala yang kemungkinan disebabkan benturan. Sementara untuk tanda-tanda akibat sengatan listrik maupun kekerasan fisik, tidak ditemukan.
Dari pemeriksaan awal, korban diperkirakan meninggal akibat saluran napas tertutup oleh lidah yang menyebabkan korban kehilangan kesadaran. Namun, penyebab kematian masih menjadi bagian dari pendalaman.
Piket Pamapta III Polresta Samarinda dipimpin Ipda Sofian Adi Cahyono mengatakan, polisi telah menerima sejumlah keterangan saksi terkait kejadian tersebut. "Yang jelas saat kejadian korban sedang melepas umbul-umbul di atas gerbang. Untuk dugaan tersengat listrik masih kami dalami karena dari pemeriksaan dokter tidak ditemukan tanda-tanda akibat kesetrum,” ujar Ilham.
Ia menambahkan, polisi telah mendatangi lokasi dan meminta keterangan para saksi untuk memastikan kronologi sebenarnya.
“Kami masih mengumpulkan keterangan saksi dan mengecek kondisi di lokasi. Untuk sementara, indikasi awal korban meninggal bukan karena tersengat listrik, tetapi diduga karena kondisi yang menyebabkan korban kehilangan kesadaran,” pungkasnya. (**)