Universal Media
Pemerintah Kabupaten Berau
Gubernur Minta Daerah Rawan Asap Sekolah via Daring

Gubernur Minta Daerah Rawan Asap Sekolah via Daring

31 Aug 2026 | Pemerintahan

SAMARINDA. Tingginya potensi bahaya akibat asap, membuat Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengambil kebijakan.
Gubernur menginstruksikan daerah yang berada dalam status kualitas udara "berbahaya" untuk segera meliburkan aktivitas tatap muka di sekolah dan mengalihkannya ke sistem pembelajaran dalam jaringan (daring).
Ketegasan tersebut disampaikan Gubernur Harum saat memimpin Morning Briefing bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Kaltim di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Senin (31/8/2026).
"Untuk daerah-daerah yang masuk kategori Berbahaya, saya minta sekolah-sekolah sementara daring dulu," tegas Rudy.
Selain mengamankan siswa dari paparan asap pekat melalui pembelajaran daring, Rudy juga mengimbau seluruh masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan untuk wajib mengenakan masker demi meminimalisir risiko gangguan pernapasan.
Instruksi tegas ini berdasarkan pantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), kualitas udara di Kaltim kini menunjukkan tren penurunan yang sangat mengkhawatirkan akibat kepungan asap karhutla dan pencemar lainnya.
Saat ini, hanya Kota Bontang yang mencatatkan kualitas udara kategori "Baik" (skor 0–50). Wilayah kabupaten dan kota lainnya berada dalam kondisi "Sedang" hingga "Tidak Sehat". Bahkan, kondisi paling kritis terjadi di Kabupaten Kutai Barat, di mana beberapa titik telah menembus zona "Berbahaya" dengan skor ISPU di atas 300.
Parameter utama pencemar udara tercatat meliputi berbagai senyawa berbahaya seperti karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, ozon permukaan, hingga partikel debu.
Rudy menekankan bahwa pemadaman api saja tidak cukup jika tindakan pencegahan dari bawah tidak berjalan efektif. Ia memerintahkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim segera menyurati para kepala desa untuk melarang keras warganya membakar lahan maupun sampah.
"Kalau kita membakar, mungkin apinya bisa padam atau kita padamkan. Tapi asapnya tidak bisa kita kendalikan. Ini akan menjadi masalah dan berbahaya bagi kesehatan," pungkasnya.
Gubernur juga akan segera berkoordinasi langsung dengan Kapolda Kaltim dan Pangdam VI/Mulawarman untuk mengerahkan pengawasan masif hingga tingkat Bhabinkamtibmas dan Babinsa di lapangan.
Tak hanya membidik persoalan karhutla, Rudy turut menyentil kontribusi sektor industri ekstraktif terhadap rusaknya kualitas udara daerah. Ia meyakini pencemaran berat ini tak semata lahir dari kebakaran lahan, melainkan juga disumbang aktivitas tambang batu bara dan perkebunan.
"Saya minta Dinas Lingkungan Hidup buat kajian komprehensif untuk masalah ini," pungkasnya. (**)