Universal Media
Karhutla di Bengkuring, Empat Relawan Alami Sesak Napas

Karhutla di Bengkuring, Empat Relawan Alami Sesak Napas

25 Oct 2026 | Peristiwa

SAMARINDA. Kebakaran lahan di kawasan Jalan Terong Pipit, Perumahan Bengkuring, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, diwarnai insiden yang menimpa empat relawan, Sabtu 24/10/2026) sore. Para relawan terpapar asap saat berjibaku mengendalikan api, satu relawan harus dievakuasi menggunakan ambulans, sementara tiga lainnya mendapat pertolongan dari tim relawan dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Samarinda.
Pengolah Data dan Informasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda, Wahyudi Hussein mengatakan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 16.20 Wita. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai satu hektare.
Kobaran api sempat mengancam kawasan permukiman dengan jarak sekitar 20 meter dari Perumahan Terong 1. Namun, petugas bersama relawan terus berupaya mengendalikan api agar tidak merambat lebih jauh.
“Posisi awal itu mendekati Perumahan Terong 1, sekitar 20 meter, tapi alhamdulillah teratasi,” ujarnya.
Proses pemadaman tidak berjalan mudah. Selain jarak titik api yang cukup jauh dari akses utama, petugas juga harus melewati jembatan kecil untuk mencapai lokasi kebakaran. Kondisi tersebut menyulitkan mobilisasi personel maupun peralatan menuju sumber api.
“Kendala terberat ya posisi agak jauh. Memang dekat dari perumahan, cuma ke TKP-nya agak jauh karena akses jembatan kecil,” jelas Wahyudi.
Untuk mengatasi kebakaran tersebut, Disdamkarmat Samarinda mengerahkan tiga unit kendaraan pemadam. Dua unit berasal dari Posko 2 dan satu unit lainnya dari Posko 3.
Di tengah upaya pemadaman, paparan asap membuat empat relawan mengalami sesak napas. Seorang di antaranya dievakuasi menggunakan ambulans, sedangkan tiga relawan lainnya menepi dan memperoleh penanganan dari rekan-rekannya bersama petugas PMI Kota Samarinda.
Terkait dugaan penyebab kebakaran, Wahyudi menyebut informasi awal yang diterima dari masyarakat mengarah pada aktivitas pembakaran oleh seseorang yang diduga sedang memancing di tepi sungai. Namun, informasi tersebut masih bersifat sementara.
“Info sementara dari masyarakat itu ada yang bakar dari pemancing di pinggir sungai di sebelah. Jadi mereka pas ketahuan lari,” ungkapnya.
Dalam penanganan kebakaran, petugas menyuplai air menggunakan unit tangki pemadam. Sementara itu, relawan turut memanfaatkan tandon air milik warga yang tersedia di sekitar lokasi untuk membantu proses pemadaman.
“Untuk sementara teknik pemadaman kita lakukan penyuplaian dari unit tangki, sedangkan relawan posisi kebetulan ada unit-unit, ada tandon-tandon masyarakat,” pungkasnya. (**)