Karhutla Menggila di Jalur Samarinda-Anggana, Pengendara Diminta Waspada
SAMARINDA. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seolah tak pernah ada ujungnya di Kaltim. Padam di satu titik, maka akan muncul titik lain. Terbaru, karhutla terjadi di kawasan Pelita 8 hingga Pelita 9, Sambutan. Akibatnya,
Jalan Poros Samarinda-Anggana, Sabtu (3/10/2026) sore tertutup asap sangat tebal.
Sekitar pukul 16.30 Wita, kepulan asap memenuhi sebagian badan jalan. Kondisi tersebut membuat pengendara harus mengurangi kecepatan, terlebih hari mulai beranjak petang dan pencahayaan alami semakin minim.
Kendaraan masih dapat melintas di jalur tersebut. Namun, jarak pandang yang menurun membuat pengguna jalan harus meningkatkan kewaspadaan.
Zahra (21), warga yang melintas dari Samarinda menuju Makroman, mengaku terkejut melihat asap karhutla sudah mencapai badan jalan.
“Baru kali ini lihat asap sampai di jalan. Sebelumnya dari Samarinda Seberang juga ada, tapi tidak seperti ini,” ujar Zahra.
Menurutnya, asap akibat kebakaran sebelumnya lebih terasa di kawasan Samarinda Seberang hingga sekitar Jembatan Mahkota. Namun, kali ini kepulan asap terlihat cukup jelas di jalur menuju Makroman.
Meski masih dapat dilalui, Zahra mengaku kondisi tersebut membuat pengendara harus lebih berhati-hati. Ia juga khawatir jarak pandang semakin buruk saat hari benar-benar gelap.
“Kayaknya masih bisa lewat, masih kelihatan. Kabut saja begitu. Tapi kalau malam kayaknya enggak kelihatan,” katanya.
Sementara itu, Pengawas Bencana Wilayah Sambutan Maulana mengatakan, petugas masih memantau perkembangan kebakaran di sekitar lokasi. Kondisi sore yang mulai memasuki malam menjadi salah satu pertimbangan dalam proses penanganan.
“Kami masih memantau, mengingat kondisinya magrib dan penerangan terbatas. Asap di mana-mana, jadi kami memutuskan bertahan sejenak sambil menunggu kekuatan penuh untuk mengendalikan api,” kata Maulana.
Dia menyebut titik api berada sekitar 150 meter dari sebuah pesantren yang dihuni para santri. Karena itu, keberadaan masyarakat di sekitar lokasi turut menjadi perhatian dalam penanganan kebakaran.
Tak hanya kobaran api, asap yang bergerak hingga jalan utama juga menjadi persoalan karena dapat mengganggu keselamatan pengguna jalan.
“Untuk jalan utama saat ini dipenuhi asap. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati karena jarak pandang sangat minim,” ujarnya.
Kondisi karhutla juga terus dipantau dari udara. Dari pantauan tersebut, terlihat beberapa titik api mengalami pembesaran dan meluas di kawasan lahan yang terbakar.
Munculnya sejumlah titik api yang membesar membuat penanganan harus terus dilakukan hingga malam. Petugas di lapangan melakukan pemantauan untuk memastikan kobaran tidak bergerak semakin jauh ke area lain.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda Suwarso mengatakan, penanganan kebakaran lahan tersebut terus dilakukan hingga malam hari. Petugas tetap berada di lokasi untuk memantau pergerakan api sekaligus melakukan pengendalian terhadap titik-titik yang masih terbakar.
“Penanganan masih kami lakukan sampai dini hari. Petugas tetap melakukan pemantauan dan pengendalian terhadap titik api agar tidak meluas,” ujar Suwarso.
Menurutnya, kondisi lapangan menjadi tantangan tersendiri ketika malam. Selain penerangan yang terbatas, kepulan asap cukup tebal sehingga petugas harus tetap memperhatikan kondisi sekitar saat melakukan penanganan.
Upaya pengendalian dilakukan untuk mencegah api merambat ke area lain, khususnya kawasan yang berdekatan dengan permukiman maupun fasilitas masyarakat.
Suwarso juga mengingatkan pengguna jalan yang melintas di Jalan Poros Samarinda-Anggana agar meningkatkan kewaspadaan. Pengendara diminta mengurangi kecepatan apabila memasuki kawasan yang tertutup asap.
“Kami mengimbau pengendara agar mengurangi kecepatan dan berhati-hati saat melintas. Kalau asap semakin tebal, jarak pandang tentu akan berkurang,” katanya.
Penanganan dan pemantauan kemudian terus berlanjut hingga malam. Petugas memastikan kondisi di sekitar titik kebakaran tetap dalam pengawasan guna mengantisipasi munculnya kembali api maupun meluasnya kebakaran.
Suwarso menegaskan, keselamatan masyarakat tetap menjadi perhatian dalam proses penanganan karhutla. Petugas akan terus melakukan pemantauan dan mengambil langkah penanganan apabila kembali ditemukan titik api.
“Kami tetap mengutamakan keselamatan masyarakat. Kalau ada titik api yang kembali muncul, akan segera kami lakukan penanganan agar tidak meluas,” pungkasnya. (**)