Karhutla Pulau Atas Melahap 30 Hektare, Sudah Tiga Hari Belum Bisa Dipadamkan
SAMARINDA. Para petugas pemadam yang berada di bawah naungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda dan para relawan, benar-benar bekerja keras selama tiga hari terakhir. Sebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Veteran, Kelurahan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan, Samarinda, Kalimantan Timur, belum berhasil dipadamkan sepenuhnya hingga Selasa (20/10/2026). Api masih menjadi pekerjaan rumah bagi petugas gabungan, terlebih luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 30 hektare.
Keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala utama dalam upaya menjinakkan api. Petugas terpaksa mengandalkan mobil tangki yang harus berulang kali mengangkut air ke lokasi kebakaran agar proses pemadaman tetap berjalan.
Koordinator Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Joko Supriyanto mengatakan, penanganan karhutla di kawasan tersebut telah berlangsung selama tiga hari. Tim gabungan masih dikerahkan untuk memadamkan titik api yang belum sepenuhnya terkendali.
“Untuk hari ini kita penanganan ini yang hari ketiga. Jadi, ini lokasi yang sama, tiga hari kita sudah melakukan penanganan. Sampai sekarang ini kami masih melakukan pemadaman,” katanya.
Upaya pemadaman dilakukan secara berkelanjutan, termasuk sejak Senin (19/10/2026) sekitar pukul 10.00 Wita hingga berlanjut pada malam hari dan dini hari Selasa. Petugas berupaya mengendalikan api agar tidak semakin meluas ke area lain.
Berdasarkan perkiraan sementara dari penanganan di lapangan, luas kawasan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 30 hektare. Luasan tersebut masih berupa estimasi dan belum disebut sebagai hasil pengukuran final.
Lamanya penanganan membuat dukungan personel dan logistik menjadi penting. Sejumlah unsur turut bergabung, mulai dari BPBD Kota Samarinda, BPBD Provinsi Kalimantan Timur, hingga para relawan yang membantu pemadaman di lapangan.
Joko mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam penanganan kebakaran tersebut. Menurutnya, kerja sama antarpersonel dibutuhkan agar upaya pengendalian api dapat terus dilakukan meski menghadapi kendala teknis.
“Alhamdulillah, di sini banyak yang bergabung dari BPBD Kota, BPBD Provinsi, serta para relawan,” ujarnya.
Namun, banyaknya personel yang terlibat belum sepenuhnya menghilangkan persoalan di lapangan. Pasokan air yang terbatas membuat proses pemadaman harus dilakukan dengan pengaturan suplai secara berulang.
Petugas mengandalkan mobil tangki untuk membawa air menuju titik kebakaran. Selain itu, penampungan berupa bak air juga disiapkan guna membantu memenuhi kebutuhan selama proses pemadaman berlangsung.
Joko menyebut, minimnya ketersediaan air di sekitar lokasi menjadi tantangan yang harus dihadapi tim gabungan. Suplai air perlu dijaga agar petugas dapat terus melakukan pemadaman terhadap titik api yang masih tersisa.
“Kalau untuk penanganan di lokasi ini, air sangat minim. Mau tidak mau kita menggunakan tangki untuk bolak-balik menyuplai air. Kita juga membuka penampungan bak air,” pungkasnya.
Hingga Selasa, petugas masih berupaya mengendalikan kebakaran di kawasan Jalan Veteran tersebut. Pemadaman terus dilakukan untuk mencegah api meluas, sekaligus memastikan titik-titik yang masih terbakar dapat ditangani. (**)