KONI Kaltim Diberi Target 3 Besar di PON, Efisiensi Bisa Jadi Hambatan
SAMARINDA. Target Kaltim menembus tiga besar pada PON XXII/2028 di NTB, NTT serta DKI Jakarta masih dibayangi kekuatan anggaran daerah yang tidak sama. Wakil Ketua Umum II KONI Kaltim Dandri Dauri, mengingatkan target prestasi tidak akan mudah dicapai jika dukungan pembiayaan di daerah masih timpang.
Ia memberikan permisalan melalui Porprov, dengan melihat langsung kondisi itu saat mengikuti rapat kerja ke sejumlah kabupaten/kota. Salah satu daerah memiliki kesiapan anggaran Rp 26 miliar. Sebaliknya, dalam forum yang sama, ia mengaku menerima paparan dari daerah yang disebut belum menunjukkan anggaran untuk kebutuhan yang dibahas.
Gambaran tersebut, kata Dandri, perlu menjadi bahan evaluasi ketika Kaltim memasang target tinggi untuk PON 2028. Pemprov Kaltim sebelumnya menyatakan target utama Kaltim adalah tiga besar, dengan posisi lima besar setidaknya harus dicapai.
Dandri meminta keterbatasan anggaran tidak membuat seluruh cabor diperlakukan sama. Dana yang tersedia harus diarahkan kepada cabor yang memiliki peluang paling besar menyumbang medali.
"Manfaatkan dana yang terbatas dengan seefisien dan seefektif mungkin," kata Dandri.
Ia menilai target tiga besar tidak boleh berhenti sebagai angka yang disampaikan dalam sambutan. Ada konsekuensi pembinaan, pemusatan latihan, kompetisi, kebutuhan atlet hingga dukungan teknis yang harus disiapkan sejak jauh hari.
"Tidak mudah. kita harus mengatakan tiga besar itu tidak mudah," tegasnya.
Kritik Dandri mengarah pada kesiapan pemerintah menyediakan dukungan yang sepadan dengan target. Ia mempertanyakan apakah keberanian memasang target tiga besar sudah diikuti keberanian mengalokasikan sumber daya untuk mengejarnya.
Perbedaan kemampuan pembiayaan antardaerah, tetap harus masuk dalam perhitungan KONI Kaltim. Pembinaan atlet tidak berhenti pada satu kompetisi, sementara target PON 2028 membutuhkan proses panjang.
"Kalau patokannya seperti itu, maka kita perlu keyakinan yang lebih pasti lagi," ujarnya.
Dandri menilai KONI Kaltim harus berani menentukan prioritas sejak sekarang. Cabor yang memiliki rekam prestasi dan peluang medali, perlu mendapat perhatian lebih besar agar dana yang terbatas tidak habis tanpa arah.
Target tiga besar PON 2028 sendiri telah masuk dalam road map KONI Kaltim. PON XXII akan digelar di NTB dan NTT serta DKI Jakarta pada 2028. KONI Kaltim sejak 2025 telah menempatkan target tersebut sebagai arah pembinaan prestasi daerah.
Tantangannya memastikan uang yang tersedia benar-benar mampu menggerakkan pembinaan menuju target itu.
"Nah, tentu dinamika ini yang harus kita pikirkan," ujarnya mengakhiri. (**)