Lahan di Tol Balsam Kembali Terbakar, Luasnya Capai 3 Hektare
SAMARINDA. Kebakaran lahan kembali terjadi di tepi jalur Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam), tepatnya di KM 78+400, Senin (26/10/2026) sore. Kobaran api yang meluas hingga sekitar tiga hectare, diperparah angin kencang dan mengarah ke sisi jalan tol lainnya.
Kondisi tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan sekaligus mengganggu kelancaran lalu lintas. Pengendara yang melintas di sekitar lokasi harus mengurangi kecepatan saat petugas gabungan melakukan pemadaman dari badan jalan tol.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda Suwarso mengatakan, informasi kebakaran diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD sekitar pukul 11.00 Wita dari petugas jalan tol. Titik kebakaran berada di KM 78+200 jalur dari Samarinda menuju Balikpapan.
Setelah menerima laporan, tim gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Personel yang terlibat berasal dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat), BPBD, Manggala Agni, serta petugas pengelola jalan tol dan unsur terkait lainnya.
Hingga pukul 15.30 Wita, petugas masih berjibaku mengendalikan api sekaligus mengantisipasi perambatan ke area lain. Angin yang bertiup cukup kencang menjadi salah satu kendala karena kobaran api bergerak menuju sisi jalan tol di seberangnya.
“Penanganan harus dilakukan sampai api benar-benar padam, sampai jam berapa pun. Kendalanya, lokasi cukup jauh dari sumber air sehingga petugas harus bolak-balik mengambil air. Persediaan untuk petugas masih tercukupi, tetapi jarak sumber air membuat proses pemadaman lebih lama,” ujar Suwarso.
Proses pemadaman yang berlangsung dari badan jalan tol turut berdampak terhadap arus lalu lintas. Kendaraan yang melintas harus mengurangi kecepatan, sementara kendaraan operasional tidak dapat menjangkau titik kebakaran melalui akses terdekat. Kondisi ini membuat petugas membutuhkan upaya tambahan untuk menjangkau lokasi dan mengendalikan kobaran api.
Suwarso juga mengungkapkan adanya dugaan aktivitas pembakaran lahan di sekitar lokasi. Petugas jalan tol sempat merekam keberadaan sekitar tiga orang di area tersebut. Namun, mereka tidak sempat dikejar oleh petugas.
Meski demikian, Suwarso menegaskan bahwa dugaan tersebut belum dapat dipastikan. Ia juga menyinggung kejadian kebakaran sebelumnya di dekat pintu Tol Palaran yang menurut pengamatannya memperlihatkan bekas pembatasan lahan. Area tersebut diduga disiapkan untuk kepentingan tertentu, seperti bercocok tanam atau membuat kolam.
“Kalau yang dekat pintu tol Palaran, dari bekas-bekas yang saya lihat saat penanganan awal, memang ada dugaan lahan itu sengaja dibakar. Tetapi untuk kejadian yang sekarang, saya belum bisa memastikan apakah sengaja dibakar atau tidak,” jelasnya.
BPBD bersama tim gabungan terus melakukan pemadaman hingga api benar-benar padam. Penjagaan juga dilakukan untuk mencegah kobaran meluas, terutama karena arah angin berpotensi membawa api mendekati jalur kendaraan.
"Pengendara yang melintasi Tol Balsam diimbau tetap waspada, mengurangi kecepatan, serta memperhatikan kondisi jalan dan aktivitas petugas di sekitar titik kebakaran," ujar Suwarso. (**)