Lebih Sepekan Tak Tuntas, BPBD Tambah Cairan Kimia Tangani Lahan Berasap
SAMARINDA. Kerja keras Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda dan para relawan memadamkan api di beberapa tiik, ternyata belum sepenuhnya membuahkan hasil. Sebab Sejumlah titik masih mengeluarkan asap, meski telah ditangani selama lebih dari sepekan. Hal ini membuat BPBD Samarinda mencoba metode tambahan dengan menggunakan cairan kimia khusus.
Penanganan salah satunya dilakukan di Jalan Sultan Sulaiman, Pelita VIII, Kelurahan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan. Di lokasi tersebut, kebakaran dilaporkan berulang dan masih menyisakan titik-titik yang mengeluarkan asap.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Samarinda Edy Susanto mengatakan, petugas bersama relawan dan pihak terkait sebelumnya telah berupaya memadamkan titik api menggunakan penyemprotan air. Namun, upaya itu belum sepenuhnya menghentikan munculnya asap.
Karena itu, BPBD menambahkan cairan kimia yang disebut chemical foam buster untuk membantu proses penanganan.
“Untuk saat ini kita melakukan penanganan dengan campuran namanya chemical foam buster untuk membantu agar segera asapnya hilang,” ujar Edy saat dikonfirmasi, Senin (12/10/2026).
Dia menjelaskan, penggunaan bahan tambahan tersebut dilakukan setelah penanganan dengan air dinilai belum cukup mengatasi kondisi di lapangan. Petugas berharap cairan itu dapat membantu mengurangi aktivitas api sekaligus menekan asap yang terus muncul.
“Selama ini kita melakukan penanganan dengan penyemprotan dengan air. Jadi, untuk saat ini kita gunakan tambahan zat kimia yang kami harapkan segera dapat mengurangi api dan asapnya yang timbul di wilayah ini,” jelasnya.
Salah satu hal yang menjadi perhatian di lokasi tersebut adalah dugaan adanya kandungan batu bara di dalam lahan yang terbakar. Informasi itu, kata Edy, berasal dari warga sekitar. Namun, hingga kini belum ada keterangan mengenai hasil pemeriksaan yang memastikan dugaan tersebut.
Kondisi lahan yang masih mengeluarkan asap menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Penanganan lanjutan diperlukan agar bara yang tersisa tidak terus memunculkan asap maupun memicu kebakaran kembali.
BPBD berharap penggunaan cairan kimia tersebut dapat membantu mempercepat penanganan, terutama pada titik-titik yang belum tuntas dipadamkan meski telah dilakukan penyiraman berulang.
"Kami terus berupaya melakukan penanganan bersama relawan dan pihak terkait untuk mengurangi potensi kebakaran berulang di kawasan tersebut. (**)