Pemkab Berau Jemput Bola ke Kementerian, Proyek Lelang Ditunda
TANJUNG REDEB. Pembangunan di Kabupaten Berau mengalami stagnan dalam beberapa waktu terakhir. Ini imbas dari belum cairnya kucuran dana dari pemerintah pusat.
Di tengah ketidakpastian anggaran tersebut, Bupati Berau, Sri Juniarsih menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan hak daerah, sekaligus mengambil langkah preventif demi menyelamatkan ketahanan kas Pemkab Berau.
Langkah diplomasi dan koordinasi secara intensif dengan kementerian terkait terus dimaksimalkan, agar alokasi dana dari pusat maupun provinsi dapat segera ditransfer. Sri menjelaskan, ada prosedur serta mekanisme birokrasi tertentu yang memang harus dilalui sebelum dana tersebut benar-benar terealisasi.
“Kami masih berupaya ke kementerian terkait agar dana ini bisa segera kami terima. Memang ada jalur-jalur yang harus kami tempuh, baik terkait dana dari pusat maupun dari provinsi,” ujarnya.
Sembari menunggu kepastian pencairan, Pemkab Berau mengambil kebijakan tegas dan selektif terkait proyek pengerjaan fisik.
Langkah ini diambil guna mencegah terjadinya defisit anggaran yang berpotensi membebani keuangan daerah di masa mendatang. Pemkab Berau memutuskan untuk tetap melanjutkan pengerjaan proyek yang sudah berjalan di lapangan.
Sebaliknya, terhadap proyek yang baru menyelesaikan tahapan lelang namun belum mulai digarap, pemerintah menetapkan opsi penundaan sementara waktu.
Ia mengungkapkan, kebijakan mengerem kegiatan ini mencerminkan kehati-hatian pemerintah daerah dalam mengelola keuangan rakyat.
Pemkab Berau memilih untuk tidak berspekulasi atau memaksakan pelaksanaan proyek sebelum kepastian dukungan anggaran dari pusat benar-benar mengalir.
“Untuk yang sudah telanjur bekerja, kita akan tetap lanjutkan. Tapi kalau yang sudah lelang, belum bekerja, kita pending dulu. Karena kami tidak mau berutang,” tegasnya.
Kebijakan rem darurat ini menjadi benteng pertahanan Pemkab Berau agar terhindar dari krisis finansial di kemudian hari. Pemerintah daerah memastikan bahwa setiap roda pembangunan yang bergerak harus selaras dengan realitas kemampuan kas yang ada demi menghindari beban pembayaran.
Meskipun demikian, kepastian pencairan dana pusat tetap menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan program-program strategis yang telah direncanakan.
Sri berharap langkah jemput bola ke kementerian dapat segera membuahkan hasil manis, sehingga Pemkab Berau bisa kembali memacu akselerasi pembangunan demi memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Berau. (**)