Universal Media
Pengusaha Lokal di Maratua Minta Pengusaha Luar Dibatasi

Pengusaha Lokal di Maratua Minta Pengusaha Luar Dibatasi

19 Oct 2026 | Daerah

TANJUNG REDEB. Beralihnya profesi masyarakat di Pulau Maratua dari nelayan menjadi pelaku industri pariwisata, membuat warga meminta Pemkab Berau membendung arus kedatangan pengusaha dari luar Maratua.
Pemkab Berau diminta untuk membatasi masuknya pelaku usaha wisata dari luar daerah ke Pulau Maratua guna melindungi mata pencaharian warga lokal.
Camat Maratua, Ashari, mengkhawatirkan hilangnya ruang usaha masyarakat setempat akibat dominasi pengusaha luar dapat memicu dampak negatif yang beruntun. Ia menilai penurunan pendapatan berpotensi mendesak warga kembali melaut menggunakan cara destruktif hingga terjerumus ke jaringan kriminalitas internasional.
"Kita tidak melarang masuknya pelaku usaha wisata dari luar ini, tapi jangan sampai warga lokal mati usahanya," ungkap Ashari saat memberikan keterangan kepada media.
Ancaman kerusakan lingkungan yang paling diantisipasi adalah penggunaan bahan kimia berbahaya seperti potasium untuk menangkap ikan secara diam-diam.
Penggunaan potasium dianggap jauh lebih merusak ekosistem bawah laut Maratua dibanding bom ikan karena dampaknya yang mematikan terumbu karang tanpa bersuara.
"Kalau itu bom, mungkin mereka takut, tapi yang kita takutkan itu kalau mereka pakai potas karena terumbu karang pasti mati, tidak kelihatan dan tidak kedengaran," jelasnya terkait ancaman lingkungan tersebut.
Selain isu lingkungan, letak geografis Maratua yang berdekatan dengan perbatasan negara tetangga turut meningkatkan kerawanan keamanan nasional.
Tanpa jaminan ekonomi di sektor pariwisata, desakan kebutuhan hidup dikhawatirkan dapat mendorong warga mengambil jalur pintas yang melanggar hukum demi kelangsungan hidup.
"Jarak Maratua ke Malaysia itu hanya empat jam menggunakan speedboat, jangan sampai karena urusan perut mereka beralih menjadi pengedar narkoba," bebernya.
Pihak Kecamatan Maratua menegaskan bahwa usulan pembatasan ini bukan bentuk penolakan terhadap masuknya investasi luar di wilayah kepulauan tersebut.
Pemkab Berau diharapkan mampu melahirkan kebijakan strategis yang memprioritaskan keberlanjutan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat lokal. Kerja sama yang seimbang antara investor luar dan pelaku usaha setempat menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas keamanan, kelestarian alam, serta kemajuan pariwisata di Pulau Maratua secara berkelanjutan. (**)