Universal Media
Pria Ditemukan Tewas dengan Leher Luka Robek dan Tangan Nyaris Putus di Ruko

Pria Ditemukan Tewas dengan Leher Luka Robek dan Tangan Nyaris Putus di Ruko

11 Oct 2026 | Peristiwa

SAMARINDA. Beberapa hari tak ditemukan, keluarga akhirnya menemukan ASK (42) dalam kondisi tewas di rumah toko (ruko) miliknya. Mayat ASK diteketahui berada di ruko di Jalan Hasan Basri, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang. Korban ditemukan terbaring telentang di dalam kamar lantai, Minggu (11/10/2026) malam.
Penemuan jasad tersebut bermula saat keluarga yang beberapa hari terakhir mencari keberadaan korban dengan mendatangi tempat tinggalnya. Setibanya di lokasi, mereka mencium bau tidak sedap dari dalam bangunan hingga akhirnya melaporkan temuan itu kepada polisi.
Kapolsek Sungai Pinang AKP Aksarudin Adam mengatakan, pihaknya menerima informasi dari masyarakat sekitar pukul 22.00 Wita.
“Ada keluarganya yang mencari selama beberapa hari, tetapi tidak menemukan keberadaan korban,” ujarnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas mendatangi lokasi dan berupaya masuk ke dalam ruko dengan memanjat dan membuka paksa jendela yang ada di lantai dua. Saat berhasil masuk, petugas mendapati korban sudah meninggal dunia di dalam kamar.
Dari pemeriksaan awal di lokasi, petugas sempat kaget setelah menemukan luka robek pada bagian leher dan pergelangan tangan kiri ASK hingga nyaris putus. Meski demikian, penyebab luka tersebut masih belum dapat dipastikan.
Petugas juga menemukan sebuah chainsaw elektrik berwarna hijau tidak jauh dari tubuh korban. Pada bagian mata gergaji, terlihat bercak darah yang kini menjadi salah satu temuan dalam penyelidikan.
Aksarudin menegaskan, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kematian maupun memastikan benda yang mengakibatkan luka pada tubuh korban. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis.
“Belum bisa kami pastikan. Kami menunggu hasil pemeriksaan dari kedokteran,” jelasnya.
Berdasarkan perkiraan awal, korban diduga telah meninggal sekitar lima jam sebelum ditemukan. Namun, perkiraan tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari hasil pemeriksaan medis.
Untuk kepentingan penyelidikan, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda. Pemeriksaan visum maupun otopsi akan menjadi bagian penting untuk mengungkap penyebab pasti kematian.
“Kami dari pihak kepolisian akan menyelidiki penyebab kematiannya. Saat ini menunggu hasil pemeriksaan dari pihak rumah sakit, baik visum maupun otopsi,” pungkasnya.
Polisi masih mendalami temuan di lokasi kejadian untuk memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan ASK tewas. (**)