Universal Media
Ribuan Warga Padati Tepian Sungai Segah, Tradisi Perahu Panjang Tetap Eksis

Ribuan Warga Padati Tepian Sungai Segah, Tradisi Perahu Panjang Tetap Eksis

27 Sep 2026 | Daerah

TANJUNG REDEB. Tradisi lomba perahu panjang masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Kabupaten Berau. Hal itu terlihat dari ribuan warga yang memadati tepian Sungai Segah, untuk menyaksikan pertandingan hingga penutupan perlombaan, Minggu (27/9/2026).
Ajang yang menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Kota Tanjung Redeb ke-216 tersebut, kembali mempertemukan para pendayung dari berbagai wilayah. Mereka tidak hanya bersaing memperebutkan kemenangan, tetapi juga membawa kebanggaan daerah masing-masing.
Di tengah perkembangan zaman, perlombaan ini menjadi salah satu tradisi yang terus dipertahankan masyarakat Berau. Terlebih, kehidupan warga sejak dahulu memiliki keterikatan erat dengan sungai sebagai jalur transportasi maupun pusat aktivitas sehari-hari.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan, keberlangsungan lomba perahu panjang tidak terlepas dari peran masyarakat yang terus menjaga tradisi tersebut dari tahun ke tahun.
Menurutnya, kebersamaan yang terbangun melalui perlombaan menjadi salah satu nilai penting yang harus dipertahankan. Persaingan di atas sungai diharapkan justru semakin mempererat hubungan antarmasyarakat, khususnya dari wilayah Sambaliung dan Gunung Tabur.
Pelaksanaan lomba tahun ini juga menjadi perhatian karena berlangsung saat Berau masih menghadapi kemarau berkepanjangan dan ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
“Kita menyadari bahwasanya Kabupaten Berau saat ini masih menghadapi situasi kemarau dan ancaman asap dengan titik panas yang fluktuatif. Namun, alhamdulillah hari ini kita masih diberikan kesempatan untuk berkumpul, tersenyum, dan menikmati kebersamaan dalam tradisi tahunan ini,” ujarnya.
Gamalis mengapresiasi masyarakat, panitia, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan perlombaan di tengah kondisi cuaca yang kurang mendukung.
Ia berharap antusiasme masyarakat tersebut dapat terus terjaga, sehingga lomba perahu panjang tidak kehilangan regenerasi dan tetap menjadi bagian dari identitas budaya Berau.
Selain menjaga tradisi, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit atlet olahraga perairan yang dapat mewakili Berau dalam berbagai kejuaraan.
Pemerintah daerah juga membuka peluang pengembangan lomba perahu panjang sebagai agenda wisata tahunan yang dapat memperkenalkan kekayaan budaya Berau kepada masyarakat luar daerah.
“Teruslah bersemangat giat berlatih dan mengasah keahlian. Saya sangat meyakini atlet-atlet Kabupaten Berau mampu bersaing dan siap mengukir prestasi terbaik, mengharumkan nama Berau di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional,” pungkasnya.
Dengan tetap mempertahankan semangat gapa rai’s bagula, perlombaan ini diharapkan terus menjadi ruang kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya sungai agar tidak tergerus perkembangan zaman. (adv/cha)