Samarinda Darurat Penyakit ISPA, 4 Bulan Terakhir Sudah 35.202 Warga Terpapar
SAMARINDA. Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Samarinda mengalami peningkatan selama musim kemarau. Kondisi ini berlangsung di tengah maraknya kebakaran lahan, yang turut memunculkan kabut asap di sejumlah wilayah Kota Tepian.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, tercatat 8.610 kasus pada Juli, 10.681 kasus pada Agustus dan 12.819 kasus pada September. Sementara hingga 8 Oktober, terdapat 3.092 kasus yang masih merupakan data berjalan.
Kenaikan paling tinggi terlihat pada September. Dibandingkan Juli, jumlah kasus meningkat 48,9 persen. Jika dihitung sejak Juli hingga 8 Oktober, total kasus yang tercatat mencapai 35.202 kasus.
Kepala Dinkes Samarinda dr Ismid Kosasi mengatakan, meski trennya meningkat, kondisi tersebut masih dalam batas terkendali.
“Memang ada peningkatan. Kalau dibandingkan Juli, pada September kenaikannya hampir 49 persen. Namun, kondisi masih tetap terkendali,” ujar Ismid, Jumat (9/10/2026).
Menurutnya, musim kemarau dan kebakaran lahan menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai. Paparan kabut asap dapat mengganggu saluran pernapasan, terutama bagi masyarakat yang rentan.
Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati selama kondisi kemarau masih berlangsung.
“Kami mengimbau masyarakat menjaga daya tahan tubuh, cukup istirahat, mengonsumsi makanan bergizi dan memperbanyak minum air. Ketika kondisi udara kurang baik atau banyak asap, sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah dan gunakan masker,” imbaunya.
Ismid juga meminta perhatian lebih diberikan kepada anak-anak, lansia serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.
“Yang paling penting mengurangi paparan asap. Kalau mengalami keluhan seperti batuk, pilek atau sesak yang tidak membaik, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan,” pungkasnya. (**)