Universal Media
UMKM Berau Didorong Adaptif, Transaksi Non-Tunai Jadi Perhatian

UMKM Berau Didorong Adaptif, Transaksi Non-Tunai Jadi Perhatian

04 Oct 2026 | Daerah

TANJUNG REDEB. Pelaku UMKM di Kabupaten Berau didorong tidak hanya fokus pada pengembangan produk, tetapi juga mulai beradaptasi dengan pola transaksi yang semakin digital.
Sekretaris Daerah Berau Muhammad Said mengatakan, penggunaan metode pembayaran non-tunai menjadi bagian penting yang perlu mulai diperkuat oleh pelaku usaha. Terlebih, Berau memiliki sektor pariwisata yang mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara.
“Saya juga mendorong kepada Bapak dan Ibu sekalian untuk mengembangkan metode pembayaran non-tunai, seiring dengan perkembangan zaman,” katanya saat menghadiri kegiatan Business Matching Pembiayaan serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM (BIMA ETAM) Seri ke-7, Jum’at (2/10/26).
Menurutya, karakter wisatawan yang beragam membuat pelaku UMKM perlu menyesuaikan layanan dengan kebutuhan konsumen. Kemudahan pembayaran menjadi salah satu aspek yang dapat mendukung transaksi sekaligus memperluas peluang pasar.
Di sisi lain, Said menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk dan kreativitas pelaku UMKM. Ia meminta pelaku usaha tidak berhenti pada kemampuan produksi, tetapi terus mengembangkan usaha agar mampu bertahan dan tumbuh.
Pemkab Berau, lanjutnya, juga berkomitmen mendukung pengembangan UMKM melalui pembinaan, pelatihan serta fasilitasi akses kredit lunak.
Ia menyebut UMKM memiliki posisi penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Penguatan sektor tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan pelaku usaha, tetapi juga membuka peluang kerja baru.
“Dengan akses pembiayaan yang optimal, UMKM akan mampu bergerak maju, memberikan kesejahteraan bagi para pelaku usaha, bahkan memunculkan lapangan kerja baru,” ujarnya.
Said juga meminta perangkat daerah terkait, khususnya Diskoperindag Berau, memperkuat pendampingan kepada pelaku UMKM. Pendampingan dinilai penting agar pelaku usaha dapat memanfaatkan peluang pembiayaan sekaligus meningkatkan kapasitas usahanya.
Melalui kegiatan BIMA ETAM, pemerintah daerah berharap semakin banyak UMKM potensial yang dapat terhubung dengan lembaga keuangan. Sinergi dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga diharapkan terus berlanjut untuk memperkuat ekosistem UMKM di Berau. (cha/adv)