Wakar Ditemukan Tewas, Mesin Speedboat yang Dijaga Hilang
SAMARINDA. Penemuan mayat di Sungai Karang Mumus, tepatnya di Jalan Tongkol, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir pada Sabtu (31/10/2026) sore menggegerkan warga.
Jasad tersebut ditemukan tepat di bawah Jembatan 1 sekitar pukul 16.40 Wita.
Belakangan diketahui, jasad tersebut merupakan Zunaidi (55), warga Jalan Sultan Sulaiman, Pelita II, Kecamatan Sambutan. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga (wakar) kapal speedboat itu sebelumnya dikabarkan hilang sejak Kamis (29/10/2026) malam.
Saat ditemukan, tubuh korban berada dalam posisi miring di permukaan sungai yang sedang surut. Lokasi penemuan tidak jauh dari tempat korban biasa bekerja menjaga kapal speedboat yang tambat di kawasan SKM.
Fajri (29) warga Jalan Tongkol mengatakan, penemuan tersebut bermula dari upaya pencarian yang dilakukan keluarga bersama warga. Sebelumnya, keluarga korban sempat mencari keberadaan Zunaidi di sekitar tempat kerjanya.
Keluarga kemudian melaporkan kehilangan korban ke Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda pada Sabtu sekitar pukul 09.00 Wita. Setelah mendapat persetujuan, warga dan keluarga melanjutkan pencarian dengan menyisir tepian sungai.
"Jadi dari pihak keluarga ingin mencari manual. Mereka minta laporan dulu ke KP3. Setelah disetujui, kami menyisir pinggir-pinggir sungai. Ada satu teman yang turun ke sini, kemudian melihat seperti ada rambut. Setelah itu dipanggil semua untuk memastikan apakah benar atau bukan," ujar Fajri.
Dia menyebut, hilangnya korban juga bertepatan dengan kejadian kehilangan mesin hidrolik speedboat pada Kamis malam. Saat itu, korban bertugas menjaga speedboat yang berada di sekitar lokasi.
Meski demikian, warga belum mengetahui secara pasti bagaimana korban bisa menghilang hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia. Tidak ada saksi mata yang mengetahui kejadian tersebut.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek KP Samarinda Ipda Adi Brata membenarkan penemuan jasad tersebut. Petugas telah mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan mengevakuasi korban.
"Memang benar, hari ini sekitar pukul 16.40 Wita ada penemuan jasad di bawah jembatan tersebut," ungkapnya.
Adi mengatakan, korban berjenis kelamin laki-laki. Terkait dugaan adanya tanda kekerasan maupun penyebab kematian, pihaknya belum dapat memastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
"Untuk indikasi, kita mesti menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut," jelasnya.
Setelah dievakuasi, jasad korban dibawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda untuk penanganan lebih lanjut. Polisi masih melakukan pendalaman guna memastikan penyebab kematian korban. (**)